Categories: Dagang

Menko Airlangga: Harga Sawit Tembus Rekor Tertinggi pada Bulan November 2021

Advertisements

JAKARTA – Harga crude palm oil (CPO) pada awal November tahun 2021 ini menembus harga tertinggi sepanjang masa (all time high). Menurut catatan, harga CPO November berada pada level harga US$1.435 setara Rp20,37 juta per ton.

Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Jakarta, Senin (15/11/2021).

Airlangga menyebut, level harga CPO pada November melesat cukup tinggi dibandingkan September yang mencapai US$1.235 per ton. Sedangkan bulan Agustus sebelumnya, harganya dibandrol US$1.226 per ton.

Pada akhir Oktober lalu, harga CPO juga mengalami kenaikan cukup tinggi menjadi sebesar US$1.300 per ton. Hingga akhir tahun, harga CPO diperkirakan terus naik.

“Kontribusi sawit terhadap devisa negara tahun ini diperkirakan lebih besar dibandingkan tahun lalu. Industri kelapa sawit berkontribusi pada ekspor nasional sebesar 15,6% dari total ekspor di tahun 2020. Nilai tersebut tentu menjadi salah satu penyumbang devisa yang secara konsisten terus meningkat meskipun di masa pandemi,” papar Airlangga.

Ketua Umum Golkar ini meneruskan, bersamaan lonjakan harga CPO, Nilai Tukar Petani meningkat dengan harga antara Rp2.800/kg sampai Rp3.000/kg untuk Tandan Buah Segar. Karena itu, pemerintah berkomitmen melakukan replanting dengan target seluas 540.000 hektar yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

“Bagi lahan yang produktivitasnya kurang dari 4 ton bisa ditingkatkan dengan program replanting dan bibit unggul yang berbasis pada Good Agriculture Practices,” tukasnya.

Menurut Airlangga, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas dari sektor pertanian yang memiliki daya tahan dan yang ikut menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga 2021. Bersama batubara, komoditas tambang dan migas, sawit mengalami kenaikan harga di pasar global yang mampu mengerek nilai ekspor menjadi US$61,42 miliar setara Rp872,16 triliun, atau tumbuh 50,9% year-on-year (yoy) pada kuartal III-2021.

Airlangga menegaskan, pemerintah memiliki cita-cita Indonesia menjadi produsen sawit terbesar dan mendorong hilirisasi atau pengembangan produk turunannya, serta mendorong penciptaan lapangan pekerjaan. Sejauh ini, roadmap hilirisasi telah disiapkan, antara lain yaitu peningkatan produktivitas, penunjang kegiatan hilir seperti oleofood, oleokimia dan biofuel, penciptaan ekosistem, tata kelola, capacity building dan pengembangan teknologi untuk pengembangan usaha kelapa sawit.(tim redaksi)

admin

Recent Posts

Hasil RUPST Bank Mandiri, Bagi Dividen, Rencana Buyback, dan Penyegaran Pengurus

JAKARTA - Bank Mandiri menyepakati pembagian dividen senilai Rp 44,47 triliun atau setara 79 persen…

11 jam ago

Jangan Bingung, Ini Posko Layanan Telkomsel di Makkah dan Madinah Selama Musim Haji

JAWA TENGAH - Menunaikan ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang penuh harapan dan doa. Di…

2 hari ago

Ada Solusi Proteksi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Sangat Tepat Memilih Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar   JAKARTA - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur…

2 hari ago

Tandatangani MoU, Universitas Jambi dan BPOM Jambi Siap Tingkatkan Kolaborasi Pendidikan dan Penelitian

JAMBI - Universitas Jambi (UNJA) menjalin kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).…

2 hari ago

Selama Ramadan dan Idulfitri, Penggunaan Fitur Aplikasi Muamalat DIN Alami Peningkatan

JAKARTA – Penggunaan sejumlah fitur aplikasi mobile banking milik PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, Muamalat…

2 hari ago

Dua Alumni Menwa UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Peroleh Beasiswa Kemenhan

JAMBI - Rektor UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd, memberikan…

2 hari ago