Categories: Dagang

Kemenperin Launching PIDI 4.0 dan Penganugerahan Startup4Industry

Advertisements

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meluncurkan Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI). PIDI 4.0 memiliki visi sebagai solusi satu atap penerapan Industri 4.0 di Indonesia dan Jendela Indonesia 4.0 untuk dunia.

“Sempat tertunda akibat pandemi, akhirnya bisa melakukan peluncuran fasilitas ini,” ungkap Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita secara virtual, Kamis (02/11/2021).

Peluncuran PIDI 4.0 dan Penganugerahan Startup4Industry di Jakarta juga dihadiri Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai inisiator terbangunnya PIDI 4.0 di Indonesia.

Menperin Agus memaparkan visi yang diusung. PIDI 4.0 memiliki dan menjalankan lima pilar. Pilar pertama adalah desain konseptual untuk showcase.

“PIDI 4.0 merupakan showcase untuk menunjukkan bagaimana teknologi dapat menciptakan efisiensi dan peningkatan produktivitas pada lini produksi. Showcase ini secara khusus diarahkan untuk industri makanan dan minuman serta otomotif dari industri tier 1 di Indonesia,” jelas Menperin Agus.

Kemudian, pilar Kedua adalah capability building di mana PIDI 4,0 merupakan sarana peningkatan kompetensi bagi top level management, manager, engineer, dan pekerja dari industri.

Capability building mencakup kombinasi teori dan latihan pengalaman langsung untuk meningkatkan retensi pembelajaran dan learning tracks meliputi topik-topik spesifik sesuai dengan poin poin yang ada di industri.

Pilar ketiga adalah ekosistem yakni PIDI 4.0 membangun dan menyediakan akses ke jaringan eksklusif ekosistem Industri 4.0 serta rintisan kerja sama untuk ekosistem Industri 4.0 yang melibatkan institusi dari dalam dan luar negeri. Mulai dari industri user, technology provider, service provider, akselerator, institusi pendidikan, hingga lembaga litbang.

Pilar keempat adalah delivery center. PIDI 4.0 memberikan pendampingan bagi perusahaan dalam proses transformasi dari tahap discover hingga tahap pengembangan (scale up) melalui layanan field and forum serta portal Do It Yourself (DIY) untuk untuk self help bagi perusahaan.

Pilar kelima adalah engineering dan AI (Artificial Intelligent) Center, di mana PIDI 4.0 menyelenggarakan dua kegiatan utama yang terkait yaitu research brokerage dan testbed.

Ditambahkan Menperin Agus, dalam rangka akselerasi adopsi Industri 4.0, Kemenperin juga mengembangkan satelit-satelit PIDI 4.0 yang berlokasi di sekolah politeknik, SMK, dan kawasan industri.

“Satelit-satelit ini berfungsi sebagai media akselerasi penyiapan sumber daya manusia yang mampu menjadi agen transformasi Industri 4.0,” kata Menperin.

Saat ini, ada 20 perusahaan bergabung sebagai mitra dalam ekosistem PIDI 4.0. “Saya berharap mitra PIDI 4.0 turut membantu percepatan transformasi industri 4.0 di Indonesia,” katanya.(tim redaksi)

admin

Recent Posts

Bank Muamalat Gandeng Harakah Majelis Taklim Edukasi Perencanaan Keuangan Syariah

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus memperluas edukasi perencanaan keuangan syariah sejak dini…

8 jam ago

Perkara Perdata Nurma Handika Sari Bergulir, Praktisi Hukum Nilai Dasar tuntutan Terhadap Bank

PURWOKERTO - Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto dijadwalkan kembali menggelar sidang perkara perdata dengan tergugat utama…

4 hari ago

Tren Positif, Bank Muamalat Catat Produk Pembiayaan Multiguna iB Hijrah terus Tumbuh

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat tren positif pada produk pembiayaan Multiguna iB…

4 hari ago

Gandeng LAZNAS BMM dan LAZNAS Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Hadirkan Program Mukafaah Dai dan Guru Ngaji di Pelosok Negeri

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bersama Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitulmaal Muamalat…

7 hari ago

Tersedia iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, Telkomsel Lengkapi Pilihan Bundling Halo dan SIMPATI bagi Pelanggan

JAKARTA - Telkomsel menghadirkan pilihan bundling Halo dan SIMPATI untuk iPhone 18 Pro dan iPhone…

7 hari ago

BEA CUKAI JOGJA, GAGALKAN UPAYA PENYELUNDUPAN SEKITAR 4,2 KILOGRAM EMAS, BERNILAI SEKITAR 11 MILYAR, DI BANDARA YIA

YOGYAKARTA – Bea Cukai Yogyakarta menggagalkan upaya pengeluaran 4.266 gram atau sekitar 4,2 kilogram padatan…

7 hari ago