Categories: Edukasi

Lintas Universitas, Manfaatkan Cooking Class sebagai Tempat Belajar Literasi Dan Numerasi

Advertisements

YOGYAKARTA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Salah satu program yang dijalankan untuk mewujudkan kebijakan tersebut adalah kampus mengajar atau mengajar di sekolah di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) atau minimal sekolah yang masih berakreditasi C.

Kegiatan Kampus Mengajar merupakan bagian dari program Kampus Merdeka. Tujuannya, memberikan kesempatan belajar dan mengembangkan diri di luar kelas kuliah. Kegiatan tesebut melibatkan mahasiswa menjadi pengajar dan mahasiswa yang terpilih akan ditempatkan di sekolah dasar yang membutuhkan.

Salah satu mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkesempatan mengikuti program tersebut adalah Aisyatunnisai Tawakal. Mahasiswi Prodi Pendidikan Fisika FMIPA UNY ini ditempatkan di SDN Danupayan, Temanggung, Jawa Tengah.

Aisya, panggilan akrabnya, mencoba mengaplikasikan pembelajaran literasi dan numerasi yang diperoleh saat pembekalan kampus mengajar ke tema kewirausahaan dengan mengadakan cooking class bagi siswa kelas 5. Ia membagi kelasnya menjadi 5 kelompok sesuai protokol kesehatan dengan 2 kelompok memasak nasi goreng, 2 kelompok masakan 4 sehat 5 sempurna, dan 1 kelompok memasak mie. Saat sesi memasak, para siswa aktif membaca dan memahami resep masing-masing.

“Pada kegiatan ini siswa-siswa menerapkan literasi dengan membaca resep masakan. Selain itu mereka juga belajar menghitung dan mengukur bahan-bahan masakan yang dibutuhkan seperti menimbang atau menakar bahan-bahan,” ungkap Aisya, Rabu (09/03/2022).

Sebelum praktik cooking class, lanjut Aisya, dirinya tidak lupa memberi pencerahan pada siswa tentang kandungan bahan makanan yang akan mereka olah. Mulai dari karbohidrat, protein, serat, lemak, vitamin dan air.

Menurutnya, dengan cooking class tersebut, para siswa juga diberi bekal berwirausaha dengan pengetahuan tentang cara mengelola uang dan membidik peluang usaha yang bisa dilakukan dalam bidang makanan.

Di sekolah tersebut, Aisya tidak sendirian. Dia dibantu rekan sesama mahasiswa Kampus Mengajar lain. Yakni Harnum Rukmana Ningrum dari Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang), Galuh Anggita Vikasari dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Melania Iko Permatasari dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Anitya Setya Wardani dari Universitas Mercu Buana (UMB) Yogyakarta, serta Devi Nurul Amalia dan Muhammad Naufal Gibran Efendi dari UNY.

Melania Iko Permatasari mengatakan, pembelajaran literasi dan numerasi dalam cooking class tersebut dengan cara siswa kelas 5 diberi list barang-barang yang harus mereka beli secara berkelompok. Para siswa berbagi tugas atau bersama-sama membeli bahan-bahan untuk memasak.

“Setelah itu, kami minta mereka memberikan label yang berisi harga dari setiap barang yang mereka beli. Dari sini mereka akan belajar menuliskan angka dan cara mengelola uang yang masuk ke pembelajaran numerasi,” kata Melania.

Sedangkan Harnum Rukmana Ningrum mengatakan, sebelum memulai memasak, ada beberapa kelompok yang belum memiliki bahan yang akan digunakan untuk memasak. Sedangkan beberapa kelompok lainnya justru memiliki bahan yang tidak kelompok tersebut butuhkan.

“Sengaja kami setting agar terjadi barter sesuai harga dari tiap barang,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Kampus Mengajar mengenalkan sistem jual-beli zaman dahulu berupa barter. Siswa-siswa kelas 5 saling bertukar bahan-bahan dengan ketentuan sesuai dengan harga yang tertera pada label.(tim redaksi)

 

admin

Recent Posts

Transformasi Bisnis menuju Segmen Retail dan SME, Bawa Bank Muamalat  Raih Dua Penghargaan

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk meraih penghargaan TOP GRC Awards 2026 atas keberhasilannya…

3 hari ago

Gandeng BMM, Bank Muamalat Salurkan Bantuan untuk 4.597 Penyintas Gempa NTT

JAKARTA - Lembaga Amil Zakat Nasional dan Nazhir Wakaf Baitulmaal Muamalat (BMM) bersama PT Bank…

5 hari ago

Sidang Kasus Penipuan Pensiunan di Purwokerto: Para Saksi Ungkap Janji Iimbal Hasil Jutaan Rupiah

PURWOKERTO - Terdakwa kasus penipuan dan penggelapan uang para pensiunan di Purwokerto, Nurma Handika Sari…

5 hari ago

Telkomsel Usung Semangat ‘Sepenuh Hati, Memahami’

 Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026 Bersama Pelanggan di Jawa Tengah dan DIY SEMARANG - Memperingati…

1 minggu ago

Usung Tema ‘Think Customer,’ Bank Muamalat Rayakan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk merayakan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 dengan mengusung…

1 minggu ago

Bentuk Solidaritas dan Kepedulian, AXA Mandiri dan Karyawan Bersatu Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa NTT

JAKARTA - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) bersama para karyawannya menunjukkan solidaritas dan…

1 minggu ago