Categories: Edukasi

Dr. Mukhijab MA: Siswa Kejuruan Lebih Memiliki Kebebasan Berekspresi

Advertisements

YOGYAKARTA – Beberapa referensi hasil riset menunjukkan, perilaku siswa SMK cenderung bermasalah, yang bentuknya merugikan orang lain secara fisik maupun verbal. Perilaku mereka dikategorikan agresif dalam berbagai skala dari tinggi sampai rendah.

Kategorisasi tersebut memang merugikan siswa kejuruan, karena komunitas mereka yang terlibat kekerasan jumlahnya tidak mewakili ribuan siswa kejuruan.

“Siswa SMA maupun SMK sebenarnya memiliki usia dan sekolah sepadan. Siswa SMA terdapat juga yang melakukan kekerasan sampai urusan hukum. Ketika kasus Klithih di Gedong Kuning, pelakunya siswa kejuruan, saya berpendapat pelaku tidak bisa direpresentasikan atau mewakili sekolah mereka,” kata Sosiolog Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Dr. Mukhijab, MA, Selasa (12/04/2022).

Dr Mukhijab yang juga Dosen Prodi Sosiologi Fisipol UWM Yogyakarta ini meneruskan, dalam beberapa pandangan masyarakat, siswa kejuruan lebih memiliki kebebasan berekspresi dibanding sekolah selevel. Kadang, lanjut Dr Mukhijab, dalam kasus-kasus orientasi kekerasan dikaitkan dengan simbol-simbol perangkat pendukung pembelajaran ketrampilan. Persepsi itu mengalami legitimasi atau pembenaran saat kasus-kasus kekerasan yang yang menimbulkan korban luka maupun meninggal dipicu oleh perilaku siswa kejuruan. Akibatnya kekerasan di kalangan siswa kejuruan diidentikkan sebagai habitus yang diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya pada siswa kejuruan.

“Para periset mengategorikan mereka memiliki perilaku menyimpang dalam menyikapi dinamika di luar sekolah. Terdapat pula yang mengategorikan sebagian siswa kejuruan mengalami penyimpangan emosi,” paparnya.

Apapun penilaian miring terhadap mereka, Dr Mukhijab berpendapat harus disikapi secara bijak, karena problem siswa kejuruan bukan tunggal, bukan tersentral pada siswa didik. Baginya, terdapat peran sekolah maupun lingkungan yang mendorong siswa kejuruan berperilaku negatif.

Ia menambahkan, sekolah dan Dinas Pendidikan perlu melakukan pemetaan apa saja yang mendorong siswa kejuruan agresif, berapa persentasi siswa yang terlibat dari seluruh sekolah kejuruan di DI Yogyakarta.

Sejauh ini pendekatan terhadap siswa bermasalah, baik siswa SMA maupun SMK, dilakukan pasca peristiwa terjadi. Kalau tindakannya masuk kriminal, mereka langsung ditangani polisi, pihak sekolah terus lepas tangan.

“Dengan adanya serangkaian peristiwa kekerasan oleh siswa kejuruan maupun siswa non kejuruan, maka stake holder pendidikan di Yogyakarta perlu duduk bersama untuk mendapat solusi yang tepat, dan pendekatan yang konsisten, berkelanjutan,” sarannya.

Diingatkan oleh Dr Mukhijab, para pemangku pendidikan tidak boleh terjebak pada vonis, bahwa perilaku menyimpang itu sepenuhnya kesalahan siswa. Menurutnya, sikap tersebut tidak adil dan tidak mendorong pendidikan yang bermartabat.

“Jadi, jangan jadikan siswa sebagai kambing hitam dari rangkaian kekerasan anak muda di Yogyakarta,” tutup Dr Mukhijab.(tim redaksi)

admin

Recent Posts

Telkomsel Perkuat Engagement Pelanggan Prestige Lewat Aktivitas Olahraga Padel di Yogyakarta

YOGYAKARTA - Telkomsel terus memperkuat hubungan dengan pelanggan melalui berbagai aktivitas yang memberikan pengalaman positif…

16 jam ago

Didukung Penguatan Segmen Ritel Consumer, Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Pembiayaan

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan pembiayaan consumer sebesar 54,63% secara year…

16 jam ago

AXA Mandiri, AXA Financial Indonesia dan AXA Insurance Bekerja Sama dengan LFC Retail Indonesia, Hadirkan Dua Legenda Liverpool FC

DENPASAR - Sebagai bagian dari kemitraannya dengan Liverpool FC sebagai Official Global Training Partner, PT…

3 hari ago

Hingga Agustus 2026, Jumlah Transaksi Isi Ulang Kartu Uang Elektronik via Muamalat DIN Alami Pertumbuhan Hingga 180,52%

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus mendukung pengembangan ekosistem pembayaran digital nasional, salah…

4 hari ago

Investasi Bodong di Purwokerto, Hakim Tegaskan Dika Lakukan Praktik Money Game

PURWOKERTO - Terdakwa kasus pidana penipuan dan penggelapan dana para pensiunan di Purwokerto, Nurma Handika…

6 hari ago

Bareng ADPLK, DPLK Syariah Muamalat Dorong Peningkatan Literasi dan Inklusi Dana Pensiun Syariah di Indonesia

JAKARTA - Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat sebagai pelopor industri dana pensiun syariah…

6 hari ago