Categories: Edukasi

Pembelajaran Tatap Muka Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Yogyakarta

Advertisements

YOGYAKARTA – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berdampak positif bagi perekonomian daerah. Alasannya, karena kehadiran para mahasiswa dari dalam kota maupun luar kota mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi.

“PTM bagi daerah tertentu, seperti di Yogyakarta akan berdampak positif untuk pemulihan ekonomi lokal,” kata Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec di Pendopo Agung nDalem Mengkubumen, Yogyakarta, Senin (29/9/2022).

Prof Edy Suandi ikut menjadi pembicara dalam forum seminar bertema “Kampus Dalam Menghadapi Dinamika Ekonomi Politik Pada Era Normal Baru”.  Pembicara lainnya Ketua Palang Merah Indonesia Kota Yogyakarta (2021-2026) sekaligus mantan Wakil Wali Kota Yogyakarta (Wawali) Heroe Poerwadi MA dan Dekan Fakultas Hukum UWM Yogyaakrta Dr. Kelik Indro Suryono, SH. M.Hum.

Menuruf Prof Edy Suandi Hamid, interaksi secara tatap muka antarpelajar dan mahasiswa tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus. Di berbagai tempat lain, mereka akan berinteraksi untuk membelanjakan uang mereka. Transaksi yang mereka lakukan akan mendorong perekomomi melalui belanja barang-barang konsumsi (makanan dan kebutuhan sehari-hari lainnya).

Ketika konsumsi di masyarakat meningkat, lanjut Prof Edy Suandi, akan mendorong pemulihan ekonomi. Sesuai indikator, langkah strategis percepatan pemulihan ekonomi melalui tiga jalur. Yakni, peningkatan konsumsi dalam negeri, peningkatan aktivitas dunia usaha, serta menjaga stabilitasi ekonomi dan ekpansi moneter.

Kegiatan berbagai kampus di Yogyakartea yang mulai berlangsung secara normal sejak beberapa bulan belakangan menunjukkan dampak positif untuk perekonomian lokal. Mengutip data BPS, menurut ahli ekonomi pembangunan, pertumbuhan ekonomi Yogyakarta (quarter to quarter) berangsur pulih hingga triwulan II tahun 2022.

“Data dari BPS menyatakan adanya fluktuasi selama triwulan I 2020 hingga triwulan II 2022. Angka tertinggi pada data ini adalah pada triwulan II 2021 sebesar 11 persen namun turun kembali hingga angka 2 persen pada triwulan III 2021. Data terakhir menunjukkan triwulan II 2022 berada di angka 5,2 persen,” paparnya.

Pertumbuhan ekonomi itu berdampak pada pengurangan angka kemiskinan. Pada semester I (Maret) 2020 hingga Semester I (Maret) 2021 menunjukkan kenaikan angka jumlah penduduk miskin dari angka 475 ribu jiwa menuju angka 506 ribu jiwa di daerah perkotaan dan pedesaaan. Namun, terjadi penurunan dari Semester I 2021 hingga Semester I 2022 dari angka 506 ribu jiwa menuju angka 454 ribu jiwa. Angka ini menunjukkan, jika DIY bertahap menuju pada pemulihan penuh pada kondisi perekonomiannya.

Membaca situasi tersebut, lanjut Prof Edy Suandi, UWM Yogyakarta ikut mendorong ke arah situasi Yogyakarta yang semakin kondusif secara ekonomi dengan peran menyelenggarakan PTM secara luring.

“Proporsi kuliah luring bisa saja 75 persen. Selebihnya online maupun hibrida antara online dan luring. Kami ingin stakeholder UWM Yogyakarta, baik dosen, tenaga kependididikan, dan mahasiswa melaksanakan kegiatan kampus dalam koridor protokol kesehatan di lingkungan kampus. Kita memahami situasi normal baru tidak identik dengan situasi normal sebelum pandemi Covid-19. Kita tidak overconfidence, karena kita mengutamakan keselamatan nyawa seluruh warga kampus,” tegasnya.

Wawali Kota Yogyakarta 2017-2022 Heroe Poerwadi menyatakan, kuliah tatap muka di Yogyakarta diikuti para mahasiswa dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Dalam kaitan pascapandemi, Yogyakarta perlu waspada perihal catatan vaksin para pelajar dan mahasiswa dari luar kota, apakah mereka sudah vaksin atau belum, kalau vaksin berapa kali dan apakah sudah boster.

“Kita perlu inventarisasi tentang data vaksin para pelajar maupun mahasiswa dari berbagai daerah, sebagai antisipasi untuk kelangsungan kesehatan masyarakat,” usulnya.

Kelemahan berkaitan antisipasi kesehatan, lanjut HP-sapaan akrab Heroe Poerwadi, screening melalui peduli lindungi tidak lagi diterapkan di berbagai daerah. Maknanya, para pelajar dan mahasiswa dari  berbagai daerah tidak dikontrol di daerah asalnya, apakah mereka sudah vaksin sesuai ketentuan atau belum.

“Yogyakarta masih memberlakukan Peduli Lindungi di tempat-tempat umum, masih ada kewaspadaan. Warga sendiri bisa dikontrol bagaimana vaksin mereka, bagaimana dengan warga pendatang yang tidak terkontrol oleh sistem Peduli Lindungi? Yogyakarta perlu data vaksin mereka yang berasal dari luar daerah agar kita semua terjaga kesehatannya,” paparnya.(tim redaksi)

admin

Recent Posts

Badan Pengelola Keuangan Haji dengan Bank Muamalat Gelar Kuala Lumpur Hajj Lifestyle Festival 2026

KUALA LUMPUR - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berkolaborasi dengan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk…

2 hari ago

Bank Muamalat Gandeng Harakah Majelis Taklim Edukasi Perencanaan Keuangan Syariah

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus memperluas edukasi perencanaan keuangan syariah sejak dini…

4 hari ago

Perkara Perdata Nurma Handika Sari Bergulir, Praktisi Hukum Nilai Dasar tuntutan Terhadap Bank

PURWOKERTO - Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto dijadwalkan kembali menggelar sidang perkara perdata dengan tergugat utama…

1 minggu ago

Tren Positif, Bank Muamalat Catat Produk Pembiayaan Multiguna iB Hijrah terus Tumbuh

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat tren positif pada produk pembiayaan Multiguna iB…

1 minggu ago

Gandeng LAZNAS BMM dan LAZNAS Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Hadirkan Program Mukafaah Dai dan Guru Ngaji di Pelosok Negeri

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bersama Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitulmaal Muamalat…

2 minggu ago

Tersedia iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, Telkomsel Lengkapi Pilihan Bundling Halo dan SIMPATI bagi Pelanggan

JAKARTA - Telkomsel menghadirkan pilihan bundling Halo dan SIMPATI untuk iPhone 18 Pro dan iPhone…

2 minggu ago