Categories: Edukasi

IPB Bogor Siap Berkolaborasi dengan Kampus Top 100 Dunia

Advertisements

BOGOR – Institut Pertanian Bogor (IPB) siap berkolaborasi dengan perguruan tinggi top 100 dunia melalui kerja sama konsorsium untuk mengembangkan penelitian-penelitian bidang agromaritim, pangan, energi, geomaterial, dan bidang kesehatan dari sumber daya lokal Indonesia.

Usai laporan pertanggungjawaban rektor periode 2017-2022 di Bogor, Rektor IPB University Prof Arif Satria mengatakan, lima tahun ke depan dalam kepemimpinannya akan membawa institut tersebut ke puncak kancah global.

“Pertama adalah kita untuk bidang pertanian rangking ke-41 dunia, rangking ke-6 di Asia, dan rangking satu di Asia Tenggara. Namun, untuk kampus hijau kita ke-35 dunia. Jadi, ini semua menunjukkan bahwa semua perguruan tinggi di Indonesia adalah perguruan tinggi yang berkemampuan untuk bisa bertarung pada level internasional, khususnya pada bidang pertanian,” papar Prof Arif, Senin (9/1/2023).

Prof Arif yang terpilih kembali menjabat sebagai Rektor IPB University periode 2023-2028 meneruskan, karena kemampuan pertanian Indonesia cukup tinggi, bidang-bidang inilah akan terus digeluti IPB dan memperkuat bidang agromaritim, pangan, energi, geomaterial, serta bidang kesehatan.

Menurut Prof Arif, bidang kesehatan penting karena 90 persen obat-obatan di dalam negeri masih impor. Padahal, negara Indonesia kaya akan sumber daya alam (SDA) hayati, sehingga menjadi tugas IPB mengekspor produk-produk lokal anak bangsa.

Ditambahkan Prof Arif, emang menuju puncak menjadi kampus terbaik itu soal kemampuan, tapi bertahan di puncak itu soal karakter.

“Saya mohon doanya semua yang ada di IPB ini karakternya semakin kuat, semakin belajar, terus berlatih, terus bekerja keras dan yang lebih penting lagi adalah tidak sekedar bertahan di puncak tetapi adalah menciptakan puncak-puncak baru,” katanya.

Rektor IPB ini meneruskan, upaya menciptakan puncak-puncak baru tersebut, artinya IPB tidak lagi bermain di level nasional, tetapi harus bermain pada level global.

“Alhamdulillah, capaian konsorsium ‘base’ internasional kita, selama lima tahun itu meningkat dari sembilan menjadi 50. Jadi, peningkatan hampir 500 persen,” kata dia.

Prof Arif menilai, capaian tersebut artinya Indonesia diwakili IPB sudah diterima secara global dan bermitra dengan perguruan tinggi top 100 dunia yang menghasilkan sesuatu dan berdampak baik untuk bangsa ini.(tim redaksi)

admin

Recent Posts

Platform Wajib Bertanggung Jawab Ciptakan Ruang Digital Ramah Anak Jadi Gerakan Global

JAKARTA - Selama ini, upaya menciptakan ruang digital ramah anak lebih ditekankan pada peningkatan literasi.…

1 hari ago

Indonesia Insurance Summit 2026, Industri Asuransi Perkuat Resiliensi, Kepercayaan, dan Inovasi

YOGYAKARTA - Dewan Asuransi Indonesia (DAI) bersama seluruh asosiasi perasuransian nasional kembali menyelenggarakan Indonesia Insurance…

1 hari ago

Gunakan Skema Ponzi, “Malinda Dee” Purwokerto Manfaatkan Kedekatan dengan Nasabah

Purwokerto - Masyarakat Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terguncang oleh ulah penipuan seorang mantan…

2 hari ago

Upaya Turunkan Emisi, PT KAI Susun Strategi Net Zero Emmision 2060

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyusun Strategi Net Zero Emission PT KAI. Ini…

2 hari ago

Generasi Muda Diingatkan Dirut BTN Akan Bahaya Fomo dan Judol

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengajak para generasi muda, terutama mahasiswa untuk…

2 hari ago

DPLK Syariah Muamalat Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Investasi Pensiun

JAKARTA - Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat, dana pensiun syariah pertama di Indonesia…

2 hari ago