Categories: Edukasi

UNY Tampung Tuntutan Mahasiswa Soal Uang Kuliah Tunggal

Advertisements

YOGYAKARTA – Mahasiswa menuntut rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memperbaiki tata kelola penentuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa.

Pihak UNY merespons hal tersebut. Direktur Perencanaan dan Keuangan UNY Sukirjo mengaku, pihaknya akan menampung tuntutan para mahasiswa.

“Akan ditampung. Semua jawaban teman-teman yang bagus kita aspirasikan, kita diskusikan, termasuk mengevaluasi indikator, perbaikan (tata kelola UKT) ke depan, ada masa sanggah,” ungkap Sukirjo, baru-baru ini.

Sebelumnya, sesuai Surat Edaran No 1/SE/2023 tentang Ketentuan Pembayaran Biaya Pendidikan/Uang Kuliah Tunggal (UKT) Semester Genap 2022/2023 UNY, penyesuaian UKT UNY hanya memiliki empat skema.

Empat skema tersebut, antara lain karena orang tua meninggal atau bangkrut, mahasiswa yang mengambil mata kuliah tugas akhir, mahasiswa yang akan yudisium, dan pembayaran angsuran yang bisa dilakukan semua mahasiswa.

Kemudian, mahasiswa menuntut agar rektorat menambah skema pengajuan penyesuaian UKT bagi mahasiswa yang ekonominya menurun dan penurunan Golongan UKT yang benar-benar sesuai kondisi ekonominya.”Kita bantu semua kok, gak punya uang, uang Rp 100 ribu, kita boleh yang penting tuh jujur. Kalau jujur, kita bantu semua. Insya Allah tidak ada yang tidak kuliah,” kata Sukirjo menanggapi tuntutan tersebut.

Sukirjo menambahkan, hanya saja terkait skema orang tua meninggal, mahasiswa hanya diturunkan satu golongan biaya dari golongan sebelumnya. Ini ada pengecualian. Jika data kemampuan ekonomi mahasiswa tersebut berubah secara signifikan.

“Contohnya kan, awalnya UKT 7 waktu dia masuk, ternyata ada kekeliruan data atau ada perubahan ekonomi bisa turun ke 5 atau bahkan 4 bahkan ke 3. Jadi kita kerja dengan data dan verifikasi dengan kelayakan, kepatutan, dan kejujuran,” ucapnya.

Ia mengaskan, UNY berkomitmen membantu mahasiswa yang kesulitan membayar UKT. Termasuk memberi kelonggaran waktu pembayaran UKT dari yang seharusnya terakhir pekan ini menjadi Selasa pekan depan.

“Insya Allah, kita pimpinan punya komitmen membantu semua yang bermasalah. Tetapi, kita punya data supaya tidak keliru kan. Kita juga diaudit tidak boleh semaunya,” pungkasnya. (tim redaksi)

admin

Recent Posts

Bayar Klaim Dan Manfaat Sebesar Rp7,7 Triliun Sepanjang 2025, AXA Mandiri Raih Penghargaan Insurance Recognition 2026

JAKARTA - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) berhasil meraih penghargaan dalam 27th Infobank…

12 jam ago

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Jalin Kolaborasi Strategis  dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menjalin kolaborasi strategis  dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN)…

12 jam ago

Telkomsel Perkuat Engagement Pelanggan Prestige Lewat Aktivitas Olahraga Padel di Yogyakarta

YOGYAKARTA - Telkomsel terus memperkuat hubungan dengan pelanggan melalui berbagai aktivitas yang memberikan pengalaman positif…

3 hari ago

Didukung Penguatan Segmen Ritel Consumer, Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Pembiayaan

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan pembiayaan consumer sebesar 54,63% secara year…

3 hari ago

AXA Mandiri, AXA Financial Indonesia dan AXA Insurance Bekerja Sama dengan LFC Retail Indonesia, Hadirkan Dua Legenda Liverpool FC

DENPASAR - Sebagai bagian dari kemitraannya dengan Liverpool FC sebagai Official Global Training Partner, PT…

6 hari ago

Hingga Agustus 2026, Jumlah Transaksi Isi Ulang Kartu Uang Elektronik via Muamalat DIN Alami Pertumbuhan Hingga 180,52%

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus mendukung pengembangan ekosistem pembayaran digital nasional, salah…

1 minggu ago