Categories: Dagang

BCA Targetkan Bank Digitalnya Sudah Bisa Untung di Tahun 2023 Ini

Advertisements

JAKARTA – Keuntungan atau laba bersih PT Bank BCA Digital ditargetkan sudah teralisasi pada tahun 2023 ini. Semua itu sejalan dengan perkembangan bisnis bank digital yang beroperasi lewat platform Blu tersebut.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan, jumlah pengguna Blu saat ini sudah mencapai 1,1 juta. Menurut Jahja, jumlah tersebut sudah cukup sebagai basis satu bank digital untuk didorong bertransaksi.

“Kita terus belajar bagimana membuat suatu platform yang baik. Secara rencana bisnis bank (RBB), BCA Digital diharapkan sudah menghasilkan profit tahun ini,” ungkap Jahja, saat konferensi pers laporan keuangan BCA 2022, Kamis (26/1/2023).

Ditambahkan Jahja, untuk meningkatkan pengguna Blu, berbagai promo dilakukan. Memang bank bisa berkembang, namun tidak cukup hanya dengan meningkatkan pembukaan rekening atau akun. Namun, nasabah atau pengguna teregistraasi harus memiliki dana di rekeningnya dan aktif bertransaksi.

“Tidak cukup hanya buka rekening, tetapi tidak ada transaksi dan dana mengendap di rekeningnya. Tetapi setelah buka rekening, apa aktivitasnya? Itu yang diinginkan,” tegas Jahja.

Aktivitas transaksi yang aktif dilakukan akan menyebabkan pengendapan dana dana rekeningnya. Jahja menyatakan, dana tersebut yang akan di leverage bank digital untuk disalurkan ke dalam kredit dan menghasilkan profitabilitas.

Dari sisi fee atau biaya transaksi, lanjut Jahja, BCA Digital belum bisa diharapkan mampu menghasilkan pendapatan. Karena, banyak bank digital masih menawarkan bebas biaya transaksi. Apalagi saat ini, semua bank digital tengah dalam proses belanjar mengembangkan bisnisnya.

Tahun 2023 ini, BCA Digital akan mulai mengembangkan layanan kredit digital. Sepanjang 2022, bank ini masih mengandalkan penyaluran kredit lewat parnership dan channeling. Dari sisi penghimpunan dana, BCA Digital sangat tangkas. Dari 1,1 juta pengguna, bank yang baru berusia satu setengah tahun ini, mampu meraih Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 6,85 triliun per akhir tahun 2022. Adapun portofolio kreditnya mencapai Rp 3,24 triliun.

Terkait IPO, BCA belum berencana membawa anak usahanya tersebut melantai di bursa saham dalam waktu dekat, meski sudah ditargetkan untung tahun ini.

“Untuk IPO  saya pikir masih long way to go  karena kami harus memastikan bank ini punya track record yang betul-betul mantap dulu. Kalau sudah layak baru IPO, kalau belum kita fokus untuk kembangkan bisnisnya dulu,” pungkas Jahja.(tim redaksi)

admin

Recent Posts

Kolaborasi Bank Muamalat dengan BMM, Bangun Musala bagi Penyintas Bencana di Aceh

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) membangun dua musala untuk…

12 jam ago

Peringati Harlah Pancasila, KAI Daop 6 Yogyakarta Tampilkan Paduan Suara UAJ Yogyakarta

Ajak Pelanggan Nyanyikan Indonesia Raya di Stasiun Tugu Yogyakarta. YOGYAKARTA - Memperingati hari lahir Pancasila,…

1 hari ago

Liburan Idul Adha 1447 H, KAI Daop 6 Jogja Angkut Sekitar 33 Ribu Orang Penumpang

YOGYAKARTA -Pada Libur Nasional Hari Raya Idul Adha 1447 H, KAI (PT. Kereta Api Indonesia)…

5 hari ago

Secara Simbolis, AXA Mandiri Serahkan Hewan Kurban

JAKARTA - Head of Customer Operations PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri), Triardi Rachmatanto…

1 minggu ago

Bukukan Laba Bersih Rp18,1 Triliun, Bank Mandiri Terus Fokus Menjadi Mitra Strategis Pemerintah Melalui Solusi Finansial Menyeluruh

JAKARTA - Di tengah situasi yang menantang dan dinamis, Bank Mandiri terus mencatatkan akselerasi pertumbuhan…

1 minggu ago

FIFGROUP Tebar Kurban Nusantara 2026, Wujud Nyata Kepedulian Momentum Idul Adha 1447 H

YOGYAKARTA – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H kembali dimanfaatkan FIFGROUP untuk memperkuat komitmennya…

1 minggu ago