Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Selenggarakan Pelatihan Pranata Adicara
YOGYAKARTA – Seksi Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta menyelenggarakan Pelatihan Pranata Adicara. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua angkatan. Yakni, Angkatan I pada 13–15 Februari 2023 dan Angkatan II pada 20–22 Februari 2023. Pelatihan sendiri digelar di Hotel Alana Malioboro Jalan Mayjend Sutoyo, Mantrijeron, Kota Yogyakarta.
Pelatihan Pranata Adicara tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi yang mumpuni di bidangnya. Di antaranya, Maria Kadarsih, Angger Sukisno, Faizal Noor Singgih, dan Wicaksono Cahyo Nugroho. Sedangkan moderator acara adalah Tri Handoko Putro. Ia berasal dari Paguyuban Panatacara Kota Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut, Tri Handoko dibantu pemenang Kompetisi Bahasa dan Sastra Tingkat DIY, yakni Fithri Kurniawati dan Wahyuni Shinta Utami.
Kegiatan terselenggara sebagai upaya melestarikan bahasa dan sastra Jawa. Peserta pelatihan sangat banyak. Mereka berasal dari unsur masyarakat di beberapa kemantren di Kota Yogyakarta. Total peserta mencapai 112 orang dari beragam usia dan profesi. Agar lebih focus pelatihan, peserta dibagi menjadi 56 orang peserta tiap angkatan.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta Yetti Martanti SSos MM mengatakan, kegiatan Pelatihan Pranata Adicara tersebut sejalan dengan usulan dari jaring aspirasi masyarakat Kota dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Pelatihan tersebut menitikberatkan pada segi praktik. Karenanya, Yetti berharap, para peserta mendapatkan bekal yang cukup dan bisa percaya diri menjadi pembawa acara di lingkungannya masing-masing.
“Harapannya, pelatihan ini bisa menjadi bekal berkarya di masyarakat. Syukur bisa melahirkan peluang pekerjaan baru sebagai pembawa acara profesional,” ungkap Yetti, saat membuka Pelatihan Pranata Adicara, Senin (13/2/2023).
Sepanjang tiga hari pelatihan, peserta mendapatkan ilmu seputar Sangu lan Tata Basa Pranatacara, Upacara Adat Penganten dan Pranatacara Penganten: Lamaran, Seseran, dan lain-lain. Juga Pamedhar Sabda: Pambagyaharja, Pasrah, Tampi Pasrah Penganten, Pranatacara ing Acara Masyarakat: Sripah lan Kegiatan Muda-mudi, Pranatacara Resmi/Protokol Kedinasan, hingga Ngadi Busana. Pelatihan diberikan dengan metode ceramah, dialog, dan praktik, sehingga diharapkan peserta tidak hanya paham materi, namun juga menguasai praktiknya.
Untuk menambah wawasan, para peserta Pelatihan Pranata Adicara juga mendapatkan buku berisi materi dan contoh pranatacara serta sertifikat. Tingginya pendaftar Pelatihan Pranata Adicara menunjukkan masyarakat sangat antusias dengan kegiatan tersebut.(tim redaksi)











