Categories: Dagang

Kredit Bermasalah BPR Tembus 11,67 Persen, Otoritas Jasa Keuangan Siapkan Regulasi Baru

Advertisements

JAKARTA – Rasio Non-Performing Loan (NPL) atau kredit macet pada industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sangat tinggi. Berdasarkan data per Agustus 2024, NPL BPR tercatat mencapai 11,67 persen. Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Melihat kondisi tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) langsung sigap bertindak dan tengah menyiapkan regulasi baru untuk mengatasi tingginya rasio NPL pada industri perbankan, khususnya pada BPR yang ada.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (KEPP) Dian Ediana Rae mengatakan, peningkatan NPL ini sebagian besar dipengaruhi berakhirnya kebijakan relaksasi yang diberlakukan selama pandemi Covid-19. Setelah Maret 2024, BPR mulai menyesuaikan kualitas kreditnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang berujung pada meningkatnya jumlah kredit macet.

“Upaya OJK dalam meningkatkan pengelolaan aset yang senantiasa memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko. Ini termasuk evaluasi terhadap permasalahan dan penyelesaian atas pemberian kredit pasca pandemi Covid-19. Semua akan terus didorong melalui regulasi baru nanti,” jelas Dian, Kamis (14/11/2024).

Dian menegaskan, OJK berkomitmen untuk terus mendukung BPR dalam mengelola risiko kredit. Salah satunya dengan mengeluarkan Peraturan OJK (POJK) terbaru, yaitu POJK Nomor 1 Tahun 2024 tentang Kualitas Aset BPR. Regulasi tersebut diharapkan bisa membantu BPR untuk lebih berhati-hati dalam penyaluran kredit dan meningkatkan kualitas asetnya.

Adapun, kenaikan NPL di industri BPR menunjukkan pentingnya upaya pengawasan yang lebih ketat dalam penyaluran kredit. Banyak BPR yang sebelumnya mengandalkan kebijakan relaksasi kredit selama pandemi, kini harus menghadapi realitas bisnis yang lebih ketat.

OJK sendiri sudah mengingatkan pada BPR untuk lebih teliti melakukan evaluasi kredit. Terutama pada sektor yang rentan terhadap risiko.(Arumi)

admin

Recent Posts

Perkara Perdata Nurma Handika Sari Bergulir, Praktisi Hukum Nilai Dasar tuntutan Terhadap Bank

PURWOKERTO - Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto dijadwalkan kembali menggelar sidang perkara perdata dengan tergugat utama…

3 hari ago

Tren Positif, Bank Muamalat Catat Produk Pembiayaan Multiguna iB Hijrah terus Tumbuh

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat tren positif pada produk pembiayaan Multiguna iB…

3 hari ago

Gandeng LAZNAS BMM dan LAZNAS Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Hadirkan Program Mukafaah Dai dan Guru Ngaji di Pelosok Negeri

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bersama Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitulmaal Muamalat…

6 hari ago

Tersedia iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, Telkomsel Lengkapi Pilihan Bundling Halo dan SIMPATI bagi Pelanggan

JAKARTA - Telkomsel menghadirkan pilihan bundling Halo dan SIMPATI untuk iPhone 18 Pro dan iPhone…

6 hari ago

BEA CUKAI JOGJA, GAGALKAN UPAYA PENYELUNDUPAN SEKITAR 4,2 KILOGRAM EMAS, BERNILAI SEKITAR 11 MILYAR, DI BANDARA YIA

YOGYAKARTA – Bea Cukai Yogyakarta menggagalkan upaya pengeluaran 4.266 gram atau sekitar 4,2 kilogram padatan…

6 hari ago

Produk Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Tembus Rp1,9 Triliun

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat lonjakan signifikan pada produk pembiayaan Solusi Emas…

1 minggu ago