Categories: Indonesia Lengkap

Menjulang dengan Bahasa Indonesia, Mengakar dengan Bahasa Jawa: Refleksi di Era Digital

Advertisements

YOGYAKARTA – Dalam rangkaian Festival Sastra Yogyakarta 2024, diskusi bertajuk Balai Bahasa SIYAGA: Menjulang dengan Bahasa Indonesia, Mengakar dengan Bahasa Jawa menjadi panggung penting untuk merefleksikan keberadaan dua bahasa utama Indonesia di era digital. Berlangsung di Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG) Yogyakarta, acara ini digelar Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta. Diskusi menghadirkan narasumber utama Kepala Balai Bahasa DIY Dra. Dwi Pratiwi, dan penulis Iqbal Aji Daryono. Diskusi dimoderatori Fajar Wijanarko, Kurator Museum Keraton Yogyakarta.

Tantangan Bahasa di Era Digital

Di tengah arus globalisasi dan masifnya informasi digital, penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa menghadapi tantangan serius. Generasi muda, khususnya Gen Z, semakin terampil menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi. Namun, situasi ini kerap menggeser penggunaan Bahasa Indonesia dan bahkan memperburuk penurunan penggunaan Bahasa Jawa sebagai bahasa ibu.”Bahasa Jawa merupakan akar, selalu ingat akarmu,” tegas Dwi Pratiwi.

Ia menekankan, Bahasa Jawa merupakan identitas kultural yang tak tergantikan. Dwi Pratiwi juga menggambarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara “akar” dan “sayap.” Bahasa Jawa, sebagai akar, menjadi fondasi yang kuat untuk membangun jati diri. Sementara, Bahasa Indonesia dan bahasa asing menjadi sayap untuk mengeksplorasi dunia yang lebih luas. “Akar akan menguatkan, dan sayap memungkinkan anak-anak menjelajahi dunia,” tambahnya.

Menghidupkan Bahasa Daerah di Tengah Globalisasi

Sementara itu, Iqbal Aji Daryono menggarisbawahi dualitas peran Bahasa Indonesia: sukses sebagai bahasa persatuan, tetapi di sisi lain, ia juga berkontribusi pada meredupnya bahasa daerah.

“Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan paling sukses, tapi di saat yang sama ia juga membunuh bahasa daerah,” ungkapnya.

Menurut Iqbal, tantangan terbesar untuk Bahasa Jawa adalah bagaimana membuatnya tetap relevan dan keren di mata generasi muda. “Banyak orang merasa malu berbahasa daerah. Dibutuhkan strategi yang tidak sekadar seremonial, tetapi membuat penutur merasa bahwa bahasa daerah itu penting dan membanggakan,” ujarnya.

Iqbal juga optimistis terhadap Bahasa Indonesia yang tetap digemari melalui musik dan karya sastra. Namun, ia menekankan bahwa pelestarian Bahasa Jawa memerlukan inovasi kreatif untuk menarik minat generasi muda.

 

Solusi dan Langkah Nyata

Melalui kegiatan ini, sejumlah tujuan strategis digagas. Di antaranya, menggugah kesadaran masyarakat tentang ancaman terhadap Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa, mengidentifikasi faktor penyebab pergeseran penggunaan kedua bahasa tersebut, serta merumuskan solusi nyata untuk menjaga keberlanjutan kedua bahasa. Kemudian, menumbuhkan semangat penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa di kalangan generasi muda.

Diskusi interaktif tersebut juga membuka ruang refleksi bagi peserta, yang terlihat antusias berdialog dengan narasumber.

Menjaga Bahasa, Menjaga Identitas Bangsa

Di akhir diskusi, para pembicara sepakat bahwa upaya melestarikan Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa adalah langkah strategis untuk menjaga identitas bangsa di tengah arus globalisasi. Dengan mencintai dan menggunakan kedua bahasa ini, generasi muda diharapkan tidak hanya cakap menghadapi dunia modern tetapi juga tetap bangga pada akar budayanya.

Melalui inisiatif seperti Balai Bahasa SIYAGA, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta memberikan inspirasi nyata tentang bagaimana bahasa bisa menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas, menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan cinta tanah air.(Arumi)

admin

Recent Posts

Rokok HS Obati Rindu Slankers Palembang, Gelar Konser Slank dengan Penjagaan Ketat dan Humanis

PALEMBANG - Kerinduan Slankers Palembang akhirnya terobati. Setelah cukup lama tidak tampil di Kota Pempek…

5 jam ago

Serunya Lomba Rebahan di Jogja City Mall, Demi Hadiah Rp5 Juta

YOGYAKARTA – Ada suasana tak biasa di Jogja City Mall (JCM) pada Sabtu (23/5/2026). Di…

16 jam ago

Jogja Run D-City Sukses Meriahkan Kota Yogyakarta

Bertujuan Kumpulkan Dana untuk Beasiswa YOGYAKARTA - Jogja Run D-City sukses riuhkan Kota Yogyakarta. Event…

16 jam ago

Bidik 5 Ribuan Unit di Kawasan Hunian Vertikal, BTN Gandeng PT KAI

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjalin kerja sama dengna PT Kereta…

2 hari ago

Penguatan Solusi Transaksi Digital dan Cash Management, BNI Perkuat Ekosistem Digital

YOGYAKARTA – Komiten PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI  sebagai bank global Indonesia…

2 hari ago

Tepi Informasi Hoax, Jogja Finansial Festival 2026 Jadi Sarana Literasi

YOGYAKARTA - Jogja Financial Festival 2026 (JFF 2026) merupakan salah satu festival yang dapat membantu…

2 hari ago