Categories: Edukasi

Sosiologi UMM Malang Kritisi Model Pembanguan Terkini Melalui Kuliah Pakar

Advertisements

MALANG – Program Studi Magister Sosiologi Direktorat Program Pascasarjana (DPPS) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu bagi mahasiswa Program Pascasarjana dan guru-guru Sosiologi yang tergabung dalam MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Sosiologi Kabupaten Malang dan Kota Batu. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat analisis sosiologis dalam studi-studi pembangunan,

Pada kuliah tamu kali ini, tema yang diangkat adalah “Diskursus Pembangunan Dunia Ketiga.” Tema ini menjadi relevan dan kontekstual untuk membaca ulang arah pembangunan Indonesia hari ini, khususnya dalam relasi dengan dunia global, di mana tidak stabil dalam kekuasaan global, rasionalitas pembangunan, serta posisi masyarakat sebagai subjek maupun objek kebijakan.

Bertempat di GKB 4, Kampus Tiga Universitas Muhammadiyah Malang, kegiatan akademik ini diselenggarakan, Sabtu (10/1/2026). Adapun pesertanya sebanyak 40 orang. Mereka terdiri dari mahasiswa Program Pascasarjana UMM, anggota guru-guru dalam MGMP Sosiologi Kabupaten Malang dan MGMP Sosiologi se-Kota Batu.

Pembicara dalam Kuliah Pakar ini adalah Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Malang Yuyun Nanik Ekowati, M.Si dan mahasiswa Maagister Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) asal Tanzania Jacquilene Makolo.

Dalam pemaparannya, Yuyun menjelaskan, Program RT Berkelas yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Pemkot memberikan bantuan maksimal Rp. 50.000.000 sebagai progam yang menyejahterkan rakyat.

“Program RT Berkelas, jika dilihat secara sosiologis, adalah bentuk nyata dari pembangunan sosial berbasis masyarakat yang bertujuan membentuk komunitas yang berdaya, solid, partisipatif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik melalui pendekatan gotong royong dan nilai-nilai lokal,” jelas Yuyun.

Ia melanjutkan, program tersebut benar-benar dari rakyat dan untuk rakyat dengan pendekatan bottom up. Sekalipun di tengah kebijakan “efisiensi” pemerintah pusat, namun Pemkot Malang memastikan program akan berjalan dengan baik.

Sementara itu, Jacquilene Makolo memaparkan praktik pembangunan yang terjadi di Tanzania, di mana pemberdayaan perempuan tidak sepenuhnya berhasil.

“Perwakilan perempuan telah meningkat secara jumlah. Namun agenda dan kepemimpinan masih didominasi oleh laki-laki, sebab keterlibatan perempuan biasanya bersifat representatif atau simbolis. Hambatan budaya dan struktural masih ada,” ungkap Jacquilene.

Adapun Ketua Program Studi Magister Sosiologi UMM, Rachmad K. Dwi Susilo, Ph.D., dalam paparan menyampaikan, kajian pembangunan membutuhkan pendekatan teoritis yang kritis dan reflektif. Mulai dari teori modernisasi, teori pembangunan alternatif sampai ke SDGs (Sustainable Development Goals/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan).

“Sosiologi pembangunan tidak boleh menjaga jarak dengan praktisi kebijakan. Bahkan, studi sosiologi ini patut dikembangkan mengingat sosiolog harus mengawal, memonitor dan mengontrol praktik-praktik pembangunan baik dari tingkat lokal sampai global. Saatnya para sosiolog menguasai baik ketrampilan teoritis dan kompetensi praktis yang dibutuhkan para stakeholders,” jelas Rachmat.

Diskusi berlangsung dinamis dengan sejumlah pertanyaan kritis dari peserta. Salah satunya disampaikan Izza Amalia, mahasiswa Magister Sosiologi UMM semester pertama. Ia menanyakan pembangunan daerah sebagai implementasi dari SDGs. Kemudian ia juga menanyakan, bagaimana SDGs dipraktikkan di Tanzania, mengingat sama dengan Indonesia, Tanzania juga merupakan negara berkembang.

Melalui Kuliah Pakar tersebut, Program Studi Magister Sosiologi UMM menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan tradisi akademik yang kritis, memperkuat kompetensi analitis mahasiswa, serta mendorong kajian kebijakan publik yang berpihak pada keadilan sosial dan kepentingan masyarakat luas. (Arumi)

admin

Recent Posts

OJK Periksa Sejumlah Bank di Purwokerto, Dukung Proses Hukum Terhadap Tersangka atas Kasus Penipuan Investasi Bodong

BANYUMAS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendukung proses penindakan…

4 jam ago

AXA Mandiri Tandatangani Kesepakatan dengan RS Hermina, Tingkatkan Kualitas Pengalaman Layanan Kesehatan bagi Nasabah

JAKARTA - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menandatangani kesepakatan dengan  PT Medikaloka Hermina…

20 jam ago

Jalin Kerja Sama Dalam Distribusi Logam Mulia, ANTAM Gandeng Bank Muamalat

JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat)…

20 jam ago

Reuni 37 Tahun Delayota 1989, Momentum Menyambut Masa Pensiun dengan Hidup Sehat

YOGYAKARTA - Reuni Alumni Delayota SMA Negeri 8 Yogyakarta Angkatan 1989 menghadirkan nuansa berbeda. Kumpul…

3 hari ago

Gelar Synergy Roadshow di Enam Kota,  Bank Muamalat Siap Hadapi Semester Kedua 2026

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menggelar Synergy Roadshow 2026 di enam kota besar,…

3 hari ago

Spesial untuk Investor Retail, ORI030 dari PT Mandiri Sekuritas

JAKARTA - PT Mandiri Sekuritas menawarkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel jenis Obligasi Negara Ritel…

3 hari ago