Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander saat Rapat Koordinasi Peningkatan Pendaftar Haji Baru Bank Muamalat Wilayah Yogyakarta.
YOGYAKARTA – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terus memperkuat sinergi strategis dengan Bank Muamalat Indonesia (BMI). Kali ini, melalui berbagai inisiatif yang mendukung transformasi bisnis, peningkatan layanan kepada jemaah haji, serta pengembangan ekosistem layanan haji yang lebih modern dan terintegrasi.
Komitmen ini disampaikan Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander saat Rapat Koordinasi Peningkatan Pendaftar Haji Baru Bank Muamalat Wilayah Yogyakarta yang dihadiri jajaran pimpinan dan insan Bank Muamalat, Jumat(24/7/2026).
“Sinergi antara BPKH dan Bank Muamalat bukan sekadar hubungan kelembagaan, tetapi merupakan kemitraan strategis untuk menghadirkan layanan haji yang semakin mudah, cepat, dan berkualitas. Kami ingin kolaborasi ini memberikan manfaat nyata, baik bagi jemaah maupun bagi penguatan bisnis Bank Muamalat,” papar Harry.
Sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi Bank Muamalat, lanjut Harry, BPKH tengah mengembangkan sejumlah inisiatif strategis yang tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kepada jemaah haji. Namun juga menciptakan peluang pertumbuhan bisnis bagi Bank Muamalat.
Melalui pemanfaatan BPKH Apps, BPKH mendorong optimalisasi layanan kepada jemaah haji tunggu dengan mengintegrasikan proses pembukaan rekening setoran dan rekening pelunasan haji di Bank Muamalat. Integrasi ini diharapkan mampu memperluas akuisisi nasabah haji, meningkatkan aktivitas cross selling, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan margin income Bank Muamalat dari produk tabungan setoran dan pelunasan haji.
Selain itu, BPKH bersama Bank Muamalat juga memperkuat pengelolaan likuiditas penyelenggaraan Keuangan Haji melalui optimalisasi dana setoran awal dan dana pelunasan haji. Pengelolaan dana yang semakin optimal diharapkan bisa memperkuat struktur pendanaan Bank Muamalat sekaligus meningkatkan kapasitas bank dalam mendukung pembiayaan dan pengembangan bisnis secara berkelanjutan.
BPKH juga mendorong pengembangan ekosistem pembayaran digital melalui integrasi payment gateway Bank Muamalat dengan berbagai mitra strategis. Pengembangan ini bakal memperluas pemanfaatan layanan perbankan Bank Muamalat untuk berbagai transaksi masyarakat, membuka peluang peningkatan fee based income, sekaligus memperkuat posisi Bank Muamalat sebagai mitra strategis dalam ekosistem layanan haji nasional.
“Kami ingin sinergi BPKH dan Bank Muamalat menghasilkan manfaat yang terukur. Tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah, tetapi juga memperkuat bisnis Bank Muamalat melalui peningkatan akuisisi nasabah haji, penguatan likuiditas, pengembangan layanan digital, serta terciptanya sumber-sumber pendapatan baru. Ketika Bank Muamalat tumbuh semakin kuat, maka pelayanan kepada jemaah haji juga akan semakin optimal,” tutup Harry. (Arumi)
YOGYAKARTA - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta kembali menggelar Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026.…
YOGYAKARTA - Penindasan, kemiskinan, kesenjangan sosial, korupsi, dan oligarki kapitalis dinilai sebagai bentuk kolonialisme baru.…
YOGYAKARTA - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat)…
JAKARTA - Bersama PT Taspen, PT Bank Mandiri Taspen menyerahkan santunan kepada ahli waris almarhum…
PURWOKERTO - Mengejutkan! Sejumlah fakta baru terungkap dalam perkembangan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan…
YOGYAKARTA - Pimpinan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Bank Muamalat berfoto bersama peserta Synergy…