JAKARTA – Produk asuransi unit link mengandung risiko. Karena dalam produk unit link, uang yang disetorkan nasabah tak hanya diperuntukkan membayar premi asuransi, tetapi juga diinvestasikan oleh perusahaan asuransi melalui manajer investasi, agar nilainya terus berkembang. Produk unit link ini memiliki kelebihan.
OJK melalui situs resmi sikapiuangmu.ojk.go.id menyebut, catatan OJK selama 10 tahun terakhir, produk unit link tumbuh 10.000%. angka itu jelas beda banget lho dengan asuransi konvensional, yang hanya tumbuh 380%.
Meski begitu, ada hal-hal yang patut diperhatikan, sehingga konsumen tidak perlu terburu-buru terbuai dengan iming-iming kombinasi investasi dan proteksi dalam satu produk ini. Bagaimanapun, unit link bukanlah instrumen investasi tanpa risiko.
Bagi calon nasabah, masih dari situs itu, sebaiknya lebih dahulu membandingkan mana yang lebih baik, membeli satu paket proteksi dan investasi sekaligus (unit link) atau membelinya secara terpisah, produk proteksi sendiri dan produk investasi sendiri (tim redaksi)
PURWOKERTO — Drama kasus penipuan investasi bodong yang menghebohkan warga Purwokerto akan segera selesai. Nurma…
JAKARTA - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) berhasil meraih penghargaan dalam 27th Infobank…
JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menjalin kolaborasi strategis dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN)…
YOGYAKARTA - Telkomsel terus memperkuat hubungan dengan pelanggan melalui berbagai aktivitas yang memberikan pengalaman positif…
JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan pembiayaan consumer sebesar 54,63% secara year…
DENPASAR - Sebagai bagian dari kemitraannya dengan Liverpool FC sebagai Official Global Training Partner, PT…