JAKARTA – Produk asuransi unit link mengandung risiko. Karena dalam produk unit link, uang yang disetorkan nasabah tak hanya diperuntukkan membayar premi asuransi, tetapi juga diinvestasikan oleh perusahaan asuransi melalui manajer investasi, agar nilainya terus berkembang. Produk unit link ini memiliki kelebihan.
OJK melalui situs resmi sikapiuangmu.ojk.go.id menyebut, catatan OJK selama 10 tahun terakhir, produk unit link tumbuh 10.000%. angka itu jelas beda banget lho dengan asuransi konvensional, yang hanya tumbuh 380%.
Meski begitu, ada hal-hal yang patut diperhatikan, sehingga konsumen tidak perlu terburu-buru terbuai dengan iming-iming kombinasi investasi dan proteksi dalam satu produk ini. Bagaimanapun, unit link bukanlah instrumen investasi tanpa risiko.
Bagi calon nasabah, masih dari situs itu, sebaiknya lebih dahulu membandingkan mana yang lebih baik, membeli satu paket proteksi dan investasi sekaligus (unit link) atau membelinya secara terpisah, produk proteksi sendiri dan produk investasi sendiri (tim redaksi)
PURWOKERTO - Polresta Banyumas telah secara resmi menetapkan dan menahan pemilik Cafe Kedai Tuas di…
JAKARTA - Selama ini, upaya menciptakan ruang digital ramah anak lebih ditekankan pada peningkatan literasi.…
YOGYAKARTA - Dewan Asuransi Indonesia (DAI) bersama seluruh asosiasi perasuransian nasional kembali menyelenggarakan Indonesia Insurance…
Purwokerto - Masyarakat Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terguncang oleh ulah penipuan seorang mantan…
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyusun Strategi Net Zero Emission PT KAI. Ini…
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengajak para generasi muda, terutama mahasiswa untuk…