JAKARTA – Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) berharap tren kenaikan HBA bisa berlanjut lama. Pada April 2021 ini, sebagian produsen batubara melakukan revisi target produksi yang diajukan pada kuartal II-2021.
“Kami mendengar beberapa perusahaan yang akan mengajukan revisi RKAB. Berapa besarnya saya kurang tahu karena belum semua mengajukan,” kata Hendra, Selasa (06/04/2021).
Beberapa penyebab kenaikan harga adalah permintaan yang meningkat di tengah kondisi supply yang terhambat akibat dampak Covid-19.
Faktor lain, produksi batubara dari Indonesia dan Australia periode Maret terdampak faktor cuaca hujan yang cukup tinggi. Apalagi, Hunter Valley Australia juga mengalami banjir bandang yang mempengaruhi pasokan.
Dari sisi permintaan, terhambatnya ekspor batubara Australia ke China mengakibatkan harga batubara domestik Negeri Tirai Bambu meningkat dan mendorong kenaikan impor.(tim redaksi)
JAKARTA - Selama ini, upaya menciptakan ruang digital ramah anak lebih ditekankan pada peningkatan literasi.…
YOGYAKARTA - Dewan Asuransi Indonesia (DAI) bersama seluruh asosiasi perasuransian nasional kembali menyelenggarakan Indonesia Insurance…
Purwokerto - Masyarakat Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terguncang oleh ulah penipuan seorang mantan…
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyusun Strategi Net Zero Emission PT KAI. Ini…
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengajak para generasi muda, terutama mahasiswa untuk…
JAKARTA - Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat, dana pensiun syariah pertama di Indonesia…