JAKARTA – Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan adanya kenaikan tensi dagang antara China dan Australia yang memanas berpengaruh pada sejumlah harga komoditas global, termasuk batubara.
Selain itu, untuk kenaikan harga batubara juga dipengaruhi faktor permintaan dan pasokan, serta perhitungan nilai HBA juga diperoleh dari rata-rata empat indeks harga batubara dunia.
“Yakni, Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt’s 5900 pada bulan sebelumnya,” kata Agung, Selasa (06/04/2021)
Sebagai catatan, nilai HBA 2021 cukup fluktuatif, tampak dari level harga di Januari yakni US$ 75,84 per ton di Januari 2021. Berikutnya, naik ke level US$ 87,79 per ton pada Februari sebelum turun tipis di Maret ke level US$ 84,47 per ton.
Nilai HBA pada April 2021 ini dipakai pada penentuan harga batubara pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut atau FOB Vessel. (tim redaksi)
JAKARTA - Bank Mandiri menyepakati pembagian dividen senilai Rp 44,47 triliun atau setara 79 persen…
JAWA TENGAH - Menunaikan ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang penuh harapan dan doa. Di…
Sangat Tepat Memilih Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar JAKARTA - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur…
JAMBI - Universitas Jambi (UNJA) menjalin kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).…
JAKARTA – Penggunaan sejumlah fitur aplikasi mobile banking milik PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, Muamalat…
JAMBI - Rektor UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd, memberikan…