Categories: Terkini

Jogja Corruption Watch Minta Para Penyidik Berintegritas Dipertahankan

Advertisements

YOGYAKARTA – Kabar tak sedap yang berhembus dan tidak mengenakan bagi pemberantasan korupsi di tanah air membuat gerah semua pihak. Apalagi, Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) telah menerima hasil tes wawasan kebangsaaan sebagai syarat alih status pegawai ke Apartur Sipil Negara (ASN) dari Badan Kepegawaian Negara (BPN), di mana ada kabar bahwa penyidik senior pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan bersama puluhan pegawai lain yang dikenal publik memiliki integritas tinggi, akan diberhentikan terhitung mulai 1 Juni 2021 mendatang.

“Sungguh ironi karena orang-orang yang memiliki integritas dan memiliki komitmen yang tinggi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi harus diberhentikan,” keluh Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba, Selasa (04/05/2021).

Menurut Kamba, ada kesan cara orde baru (orba) dilakukan, yakni litsus atau penelitian khusus. Cara tersebut, lanjut Kamba, bisa digunakan untuk membungkam lawan politik atau mencari alasan untuk menghambat seseorang menjadi PNS atau pejabat negara.

“Seperti kita ketahui bersama, penyidik senior KPK Novel Baswedan pernah menangani sejumlah kasus besar dan melibatkan pejabat publik,” paparnya.

Ia menyebut kasus besar tersebut, mulai dari kasus suap eks sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Selanjutnya, ada kasus suap dan gratifikasi bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. Kemudian, kasus korupsi mantan Bupati Buol, Amran Batalipu. Salah kasus korupsi yang juga menjadi perhatian perhatian publik adalah kasus korupsi Wisma Atlet, yang menjerat nama mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Tak kalah menjadi sorotan publik adalah kasus mega korupsi e-KTP.  Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto salah nama yang terjerat dalam kasus koruspi e-KTP ini.

“Penyidik senior KPK Novel Baswedan dan puluhan pegawai lain yang akan dipecat pada awal Juni 2021 nanti- jika benar-benar terjadi- hal tersebut merupakan bentuk nyata KPK dibredel dan bagian pelemahan terhadap KPK,” kritiknya.

Kamba menegaskan, Jogja Corruption Watch (JCW) berharap pimpinan KPK agar tetap mempertahankan penyidik senior KPK Novel Baswedan beserta puluhan pegawai lain yang memiliki integritas dan komitmen yang tinggi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Semua itu sebagai bentuk tindakan nyata untuk mempertahankan eksistensi KPK di tengah berbagai ancaman-ancaman pelemahan KPK termasuk revisi terhadap UU KPK.(tim redaksi)

Editor IYES

Recent Posts

Bank Muamalat Gandeng Harakah Majelis Taklim Edukasi Perencanaan Keuangan Syariah

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus memperluas edukasi perencanaan keuangan syariah sejak dini…

8 jam ago

Perkara Perdata Nurma Handika Sari Bergulir, Praktisi Hukum Nilai Dasar tuntutan Terhadap Bank

PURWOKERTO - Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto dijadwalkan kembali menggelar sidang perkara perdata dengan tergugat utama…

4 hari ago

Tren Positif, Bank Muamalat Catat Produk Pembiayaan Multiguna iB Hijrah terus Tumbuh

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat tren positif pada produk pembiayaan Multiguna iB…

4 hari ago

Gandeng LAZNAS BMM dan LAZNAS Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Hadirkan Program Mukafaah Dai dan Guru Ngaji di Pelosok Negeri

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bersama Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitulmaal Muamalat…

7 hari ago

Tersedia iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, Telkomsel Lengkapi Pilihan Bundling Halo dan SIMPATI bagi Pelanggan

JAKARTA - Telkomsel menghadirkan pilihan bundling Halo dan SIMPATI untuk iPhone 18 Pro dan iPhone…

7 hari ago

BEA CUKAI JOGJA, GAGALKAN UPAYA PENYELUNDUPAN SEKITAR 4,2 KILOGRAM EMAS, BERNILAI SEKITAR 11 MILYAR, DI BANDARA YIA

YOGYAKARTA – Bea Cukai Yogyakarta menggagalkan upaya pengeluaran 4.266 gram atau sekitar 4,2 kilogram padatan…

7 hari ago