Categories: Lifestyle

Sebagian Tempat Wisata Di Sulawesi Tengah Boleh Dibuka dengan Prokes Diperketat

Advertisements

PALU – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 juga berpengaruh pada sektor wisata. Pada PPKM level itu, membuat aktivitas layanan di area public, termasuk tempat rekreasi atau wisata juga ditutup untuk sementara waktu. Apalagi keputusan tersebut diperkuat dengan surat edaran dari Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) tentang penanggulangan Covid-19.

Berbeda dengan PPKM level 3. Saat keputusan penurunan level dilakukan, objek wisata sudah diizinkan beroperasi dan terbuka untuk umum.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng I Nyoman Sriadijaya usai membuka kegiatan di salah satu Hotel di Sigi, baru-baru ini.

“Dalam masa PPKM pada level 3, saya lihat boleh dibuka tempat-tempat wisata. Namun, harus tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes), dengan menerima 50 persen kapasitas kunjungan yang ada,” ungkap I Nyoman.

I Nyoman meneruskan, saat ini kasus Covid-19 di Sulteng mulai terjadi penurunan, sehingga pihaknya berharap situasi tersebut terus membaik. Sebab efek PPKM ini sangat dirasakan pelaku industri pariwisata.

“Dengan adanya pembatasan ini sangat berpengaruh terhadap industri pariwisata. Karena pariwisata mengharapkan adanya kunjungan wisatawan. Di masa pandemi tamu-tamu atau wisatawannya harus mematuhi protokol kesehatan, sehingga tempat wisata itu produktif dan aman untuk kesehatan,” katanya.

Sehingga yang datang adalah mereka orang-orang sehat, sehingga rentan tertular dan terpapar itu bisa dihindari, karena semua harus saling menjaga.

“Jika tidak salah yang belum dibolehkan untuk membuka tempat wisata yakni Kota Palu, Poso, dan Banggai. Sebab di wilayah tersebut, masih berstatus PPKM level 4. Kami berharap semua aktivitas kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif akan berjalan kembali,” katanya.

I Nyoman mengungkapkan, Dinas Pariwisata Sulteng saat ini tidak lagi mengeluarkan surat edaran, sebab sudah ada Surat Edaran Gubernur dan tinggal diteruskan kepada Dispar kabupaten/kota.

“Jika misalnya SE Gubernur keluar hari ini, biasanya kabupaten lambat meresponnya. Biasanya, kami ingat meneruskan ke sejumlah dinas pariwisata yang ada di kabupaten dan kota,” katanya.(tim redaksi)

admin

Recent Posts

Bank Muamalat Bekerja Sama dengan Indosat Luncurkan Program Paket Data Seribu Berkah hingga 31 Desember 2026

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bekerja sama dengan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau…

2 hari ago

Lewat AKTIF Musik, Kemenekraf Perkuat Ekosistem Musik Yogyakarta

YOGYAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Badan Ekraf) menyelenggarakan Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik: Diskusi…

5 hari ago

Kembangkan Filantropi Syariah, Bank Muamalat Bersinergi dengan Majoris dan Trimegah Bersinergi

JAKARTA - PT Majoris Asset Management (Majoris), PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat), dan…

5 hari ago

Badan Pengelola Keuangan Haji dengan Bank Muamalat Gelar Kuala Lumpur Hajj Lifestyle Festival 2026

KUALA LUMPUR - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berkolaborasi dengan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk…

1 minggu ago

Bank Muamalat Gandeng Harakah Majelis Taklim Edukasi Perencanaan Keuangan Syariah

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus memperluas edukasi perencanaan keuangan syariah sejak dini…

2 minggu ago

Perkara Perdata Nurma Handika Sari Bergulir, Praktisi Hukum Nilai Dasar tuntutan Terhadap Bank

PURWOKERTO - Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto dijadwalkan kembali menggelar sidang perkara perdata dengan tergugat utama…

2 minggu ago