CORRECTING PHOTOGRAPHER BYLINE TO CARON CREIGHTON - Yahya Staquf, secretary general of the 60 million member Nahdlatul Ulama poses for a photograph in overlooking Jerusalem, Monday, June 11, 2018. Indonesia, the world's largest Muslim country, does not have diplomatic relations with Israel, and support there for the Palestinians is strong. Staquf's presence has triggered angry reactions in Indonesian social media. (AP Photo/Caron Creighton)
Ketua Umum PBNU periode 2021-2026 KH Yahya Cholil Staquf.
LAMPUNG – Kelar sudah Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) dengan terpilihnya KH Yahya Cholil Staquf terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026. Gus Yahya mampu mengungguli petahana KH Said Aqil Siroj, dalam pemilihan Ketua Umum PBNU yang dilaksanakan pada Muktamar NU di Lampung, Jumat (23/12/2021).
Pada pemilihan tersebut, Gus Yahya meraih 337 suara. Sementara Kiai Said Aqil mendulang suara 210 dari total 548 suara yang masuk, dari pengurus cabang, wilayah maupun luar negeri. Pada pemilihan tersebut, satu suara dinyatakan tidak sah.
Sebelum dua nama pada puncak pemilihan, ada muncul nama-nama mantan Waketum PBNU As’ad Said Ali, Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuqi Mustamar, dan KH Ramadhan Buayo. Sayang, ketiganya gagal memenuhi syarat minimal 99 suara pada penjaringan bakal calon Ketum PBNU.
Saat itu, Gus Yahya mengumpulkan 327 suara dan Said Aqil Siroj dengan 205 suara pada proses penjaringan bakal calon Ketua Umum PBNU. Akhirnya, keduanya melaju ke tahap selanjutnya.
Pimpinan sidang Muhammad Nuh selanjutnya berdiskusi dengan Rais Aam yang baru terpilih Miftachul Akhyar. Jika direstui, kedua calon akan diajak untuk berdiskusi untuk musyawarah mufakat menentukan Ketua PBNU di antara mereka.
Kata mufakat tidak tercapai. Akhirnya dipilih mekanisme pemilihan dengan menggunakan pemungutan suara di mana dua nama calon terakhir dengan jumlah suara terbanyak.
Jalannya sidang sempat diwarnai banjir interupsi dan membuat pemilihan diskors. Sebelum penjaringan bakal calon Ketum PBNU, sejumlah muktamirin menanyakan status 39 PCNU yang bermasalah dan meminta masalah tersebut diselesaikan terlebih dahulu.
Seperti diketahui, Gus Yahya lahir di Rembang, Jawa Tengah, 16 Februari 1966. Ia diketahui sebagai kakak kandung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Pada 31 Mei 2018, Presiden Joko Widodo melantik Gus Yahya sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Jauh sebelumnya, Gus Yahya pernah menjadi juru bicara Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, presiden ke empat RI.(tim redaksi)
JAKARTA – Kinerja pembiayaan emas syariah PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatatkan pertumbuhan yang signifikan…
JAKARTA - Di tengah tekanan global yang belum mereda akibat meningkatnya tensi geopolitik dan volatilitas…
Juga Mendonasikan Komposter dan Edukasi Pentingnya Literasi Keuangan JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Bumi,…
JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus melakukan optimalisasi jaringan kantor yang dimiliki untuk…
JAKARTA - Bank Mandiri kembali menegaskan posisinya sebagai institusi keuangan terdepan melalui keberhasilannya mempertahankan pengakuan…
JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mengungkapkan bahwa penyaluran pembiayaan Multiguna iB Hijrah terus…