Kredit Sindikasi dikucurkan bersama Bank Mandiri, BJB, dan Bank Sulselbar.
JAKARTA – Bank Mandiri berkomitmen mendorong percepatan hilirisasi mineral dalam negeri. Tidak sendirian, Bank plat merah ini menggandeng Bank BJB dan Bank Sulselbar.
Realisasi komitmen tersebut diwujudkan lewat penandatanganan Perjanjian Kredit Sindikasi atas Fasilitas Term Loan kepada PT Ceria Metalindo Prima (CMP) yang merupakan bagian dari PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) Grup. Nilai total pembiayaan yang dikucurkan sebesar USD 277,69 juta atau sekitar Rp 3,98 triliun (Kurs Rp 14.368,3 per dollar AS).
Kredit sindikasi tersebut disalurkan untuk membangun proyek smelter pengolahan bijih nikel laterit Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang terdiri dari sebuah pabrik Rotary Kiln Electric Funance (RKEF1) dan infrastruktur pendukung operasional RKEF1 di Lapaopao, Kolaka, Sulawesi Tenggara dengan tenor hingga 9 tahun. Dalam perjanjian tersebut, Bank Mandiri bertindak sebagai Mandated Lead Arranger and Bookrunner.
Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kredit Sindikasi oleh Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Susana Indah K. Indriati bersama Plt Direktur Utama Bank Sulselbar H. Yulis Suandi, SEVP Bisnis Bank BJB Beny Riswandi, dan Direktur PT CMP Derian Sakmiwata, disaksikan Menteri ESDM Arifin Tasrif serta Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi beserta Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar di Kantor Pusat Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (06/04/2022).
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan bisa menjadi katalis pertumbuhan ekonomi, memberikan nilai tambah bagi industri di dalam negeri, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Penandatanganan perjanjian kredit sindikasi hari ini terasa sangat special, karena menjadi tonggak sejarah bukan hanya bagi Ceria Nugraha Indotama (CNI) Group namun juga bagi Bank Mandiri,” papar Darmawan, Kamis (07/04/2022).
Darmawan melanjutkan, kesepakatan pembiayan ini juga menjadi bukti komitmen Bank Mandiri mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN). CNI dan Bank Mandiri merancang skema pembiayaan secara project finance, yang juga merupakan project pembiayaan, di mana Bank Mandiri menjadi Structuring dan Coordinating Bank.
Pembiayaan kepada CMP ini berfokus pada pembangunan pabrik smelter ferro nickel, yang nantinya diharapkan mempermudah akses produksi dan distribusi olahan nikel, baik dari maupun pada masyarakat Indonesia secara umum.
“Kami berharap dengan pembiayaan fasilitas Term Loan ini, bisa membantu Indonesia untuk memainkan peran sentral dalam dinamika pasar nikel bagi pengembangan industri lokal nikel berikut turunannya, serta mendukung program pemerintah terkait percepatan hilirisasi untuk memberikan nilai tambah pada komoditas mineral Indonesia,” katanya.(tim redaksi)
JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mengungkapkan bahwa penyaluran pembiayaan Multiguna iB Hijrah terus…
YOGYAKARTA - Memulai hidup sehat sering kali terasa rumit. Berangkat dari hal tersebut, Telkomsel bersama…
YOGYAKARTA - Perawatan luka masih menjadi tantangan besar dalam dunia kedokteran modern. Karena, karakteristik luka…
JAKARTA – Lembaga Amil Zakat Nasional dan Nazhir Wakaf Baitulmaal Muamalat (BMM) bersama PT Bank…
Untuk Menguji Kemampuan Siswa SMK dari Riset hingga Penjualan Nyata YOGYAKARTA – Para siswa diajak…
JAKARTA - PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau lebih dikenal sebagai JNE kembali menorehkan prestasi.…