Categories: Edukasi

Pakar Politik UWM Yogyakarta: Mahasiswa Menguji Kepercayaan Terhadap Pemerintah Jokowi

Advertisements

YOGYAKARTA – Aksi demonstrasi oleh para mahasiswa di beberapa daerah di Indonesia, pada hari Senin (11/04/2022) akan menjadi tolok ukur tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah periode kuartal pertama 2022.

Pakar Politik Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Dr. As Martadani Noor menyatakan, aksi-aksi yang bertendensi protes, mengkritisi, maupun mendukung menjadi tolak ukur agregasi atau tingkat kepercayaan publik terhadap kebijakan maupun kinerja suatu pemerintahan.

Bicara mengenai aksi demonstrasi mahasiswa yang menyoal inkonsistensi pemerintah dalam kaitan wacana penundaan pemilihan umum 2024, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UWM Yogyakarta itu menyatakan, aksi protes maupun mendukung pemerintah menunjukkan ada pesan yang ingin disampaikan mahasiswa kepada pemerintah. Dalam konteks aksi protes, itu bisa dibaca sebagai indikator bahwa pemerintah dipersoalkan tingkat kinerja dan kebijakannya, termasuk visi politiknya.

Mengapa mahasiswa protes, lanjut Dr. As Martadani, ada pesan yang disampaikan secara konvensional melalui komunikasi publik yang tidak dipahami pemerintah.

Mahasiswa membawa pesan intelektualitas, dan moralitas politik. Ketika mereka sampai turun ke jalan, berdemonstrasi, memprotes pemerintah, aksi tersebut menjadi representasi bahwa pemerintah (eksekutif) maupun legislatif bebal terhadap pesan yang disampaikan mereka. Karena itu perlu aksi jalanan untuk meluruskan inkonsistensi kebijakan maupun sikap politik pemerintah.

“Demonstrasi oleh mahasiswa, itu menunjukkan bahwa pemerintah dan para elit nasional gagal menangkap dan memahami pesan intelektual dan moralitas politik dari mahasiswa,” tegas Dr. As Martadani, Selasa (12/04/2022).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengajukan tiga tuntutan yaitu pemerintah, khususnya Presiden Jokowi, harus konsisten menjalankan konstitusi, tidak menunda Pemilu 2024 dan memperpanjang masa jabatan presiden periode ke tiga secara inkonstitusional, menolak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), dan menuntut penurunan harga kebutuhan pokok.

Menurut Dr. As Martadani, tiga poin tuntutan itu bisa dimaknai bahwa mahasiswa sebagai bagian dari representasi publik sangat tidak puas dan merosot kepercayaannya terhadap pemerintah Jokowi. Situasi demikian menjadi tantangan bagiamana pemerintah Jokowi merespons tuntutan publik, dengan melakukan langkah-langkah yang menunjukkan pemilu dilaksanaan tepat waktu, pembangunan IKN sesuai ketentuan konstitusi dan asas transparansi, dan akuntabel, dan tuntutaen harga bahan pangan bisa diturunkan.

“Pesan intelektual dan moralitas politik yang disampaikan para mahasiswa menjadi tanggungjawab pada Presiden Jokowi, para menteri, anggota dewan dan elit partai untuk merespons dan menjawab tuntutan itu. Kalau pemerintah dan para elit politik mampu melakukan perubahan atau agregasi politik, kepercayaan politik kembali meningkat,” katanya.

Survei Indikator Politik Indonesia pada periode 15 Januari-17 Februari 2022, menunjukkan, terdapat angka ketidakpuasan publik terhadap pemerintah Jokowi sebanyak 47,9% responden dari etnis Betawi, 44% responden dari etnis Sunda, dan 30,8% dari etnis Minang. Sementara itu, etnis yang paling puas terhadap kinerja Jokowi adalah etnis Madura sebesar 92,2%, 84,7 % etnis Batak, dan Melayu sebesar 77,8%. Namun, mayoritas (70,9%) masyarakat merasa puas terhadap kinerja Jokowi, sebaliknya yang tidak puas 24,9% dan sisanya 4,2% tidak menjawab.

“Apakah tingkat kepercayaan ke pemerintah bisa naik lagi, kita perlu lihat bagaimana langkah-langkah pemerintah pasca aksi demonstrasi mahasiswa,” ujar As Martadani.(tim redaksi)

admin

Recent Posts

Bank Muamalat Salurkan Hewan Kurban untuk Semarak Qurban Muamalat 2026

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menyelenggarakan “Semarak Qurban Muamalat 2026” untuk memeriahkan Iduladha…

2 hari ago

Luncurkan MyProtection Income Plus, Allianz Life Gandeng Maybank Indonesia

JAKARTA - PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk…

2 hari ago

Nasabah Berkesempatan Membeli Emas ANTAM Fisik, Wajib Punya Aplikasi BYOND by BSI

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus mendorong seluruh kalangan masyarakat, termasuk…

2 hari ago

BTN Gandeng Bank Sampah Kudus, Perkuat Komitmen Penerapan Prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG)

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat komitmen pengurangan emisi berbasis rumah…

2 hari ago

Dorong Percepatan Pembahasan RUU Pemilu, Senator Gus Hilmy: Perlu ada Perspektif Daerah

YOGYAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Daerah Istimewa Yogyakarta Dr. H. Hilmy…

3 hari ago

KAI Daop 6 Yogyakarta Serahkan Bantuan Becak Listrik kepada Pengayuh Becak

YOGYAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah operasi (Daop) 6 Yogyakarta berkerja sama dengan…

3 hari ago