Categories: Terkini

Kementerian PUPR Tangani Jembatan Gantung Durian Sebatang di Kalbar yang Rusak

Advertisements

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) peduli dengan infrastruktur jalan dan jembatan yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah rusaknya Jembatan Gantung di Desa Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar).

Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat, Kementerian PUPR tengah melakukan kajian dan survei langsung ke lokasi untuk melihat seberapa berat kerusakan jembatan tersebut.

“Tim PPK Fisik dan Satker P2JN Wilayah I Kalimantan Barat serta pihak-pihak terkait turun menuju lokasi Jembatan Gantung Durian Sebatang akhir bulan Mei lalu untuk mengecek dan membuat rencana penanganan sesuai arahan dari Project Management Unit (PMU),” kata Kepala Satker P2JN Provinsi Kalimantan Barat Boffi Asril , Jumat (10/6/2022).

Boffi melanjutkan, kerusakan jembatan tersebut diduga diakibatkan penurunan pada bagian jalan pendekat antara blok angkur dengan pylon berupa pasangan batu setinggi 4,3 Meter. Pasangan batu jalan pendekat ini adalah non structural, sedangkan struktural atau struktur utama dari jembatan gantung ini aman, block angkur, pylon, ikatan angin dan rangka jembatan aman.

“Sesuai arahan PMU, PPK Fisik, dan P2JN Kalimantan Barat akan melakukan pengukuran pada bagian atas pylon dan bawah pylon. Kemudian dibandingkan dengan hasil pengukuran yang sudah dilakukan PPK Fisik 3 bulan yang lalu,” papar Boffi.

PPK Fisik dan P2JN Kalimantan Barat juga akan membuat alat ukur deformasi sederhana. Yakni, settlement meter untuk mengetahui besaran deformasi pada bagian jalan pendekat untuk selanjutnya dimonitor sampai dengan 3 bulan ke depan. Selain itu, akan dilakukan juga back analisis untuk menghitung konsolidasi tanah berdasarkan data lab tanah.

“Penanganan sementara dilakukan menggunakan dengan metode grouting dengan tetap mempertimbangkan besaran kebutuhan volume grouting agar tidak menambah beban konstruksi pada tanah tersebut,” ujar Boffi.

Sementara itu, penanganan yang bersifat permanen seperti pemasangan baja profil, DPT pasangan batu, maupun beton bertulang akan dilakukan setelah evaluasi dari hasil pengukuran besaran deformasi yang terjadi serta back analisis terkait konsolidasi tanah tersebut.(tim redaksi)

admin

Recent Posts

Gandeng BMM, Bank Muamalat Salurkan Bantuan untuk 4.597 Penyintas Gempa NTT

JAKARTA - Lembaga Amil Zakat Nasional dan Nazhir Wakaf Baitulmaal Muamalat (BMM) bersama PT Bank…

1 hari ago

Sidang Kasus Penipuan Pensiunan di Purwokerto: Para Saksi Ungkap Janji Iimbal Hasil Jutaan Rupiah

PURWOKERTO - Terdakwa kasus penipuan dan penggelapan uang para pensiunan di Purwokerto, Nurma Handika Sari…

1 hari ago

Telkomsel Usung Semangat ‘Sepenuh Hati, Memahami’

 Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026 Bersama Pelanggan di Jawa Tengah dan DIY SEMARANG - Memperingati…

4 hari ago

Usung Tema ‘Think Customer,’ Bank Muamalat Rayakan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk merayakan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 dengan mengusung…

4 hari ago

Bentuk Solidaritas dan Kepedulian, AXA Mandiri dan Karyawan Bersatu Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa NTT

JAKARTA - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) bersama para karyawannya menunjukkan solidaritas dan…

6 hari ago

Hingga Juni 2026, Outstanding Pembiayaan SME Bank Muamalat Capai Rp3,2 Triliun

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus meningkatkan penyaluran pembiayaan usaha small medium enterprise…

1 minggu ago