Categories: Terkini

LPDB-KUMKM Salurkan Dana Bergulir ke Koperasi Radha Krisna Bali Sebanyak Rp 4,9 Miliar

Advertisements

JAKARTA – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus meningkatkan kinerja penyaluran dana bergulir. Kali ini, LPDB-KUMKM melakukan perkuatan permodalan kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Radha Krisna. Koperasi tersebut merupakan koperasi dari pusat oleh-oleh terbesar di Bali, yakni Krisna Bali. Lembaga keuangan non-bank tersebut mendapatkan pinjaman dana bergulir sebesar Rp 4,9 miliar.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo memaparkan, Indonesia merupakan tuan rumah gelaran G20 tahun 2022 ini. Kebetulan, pertemuan tingkat internasional tersebut dipusatkan di Bali. Nantinya, Pulau Dewat bakal menjadi pusat perhelatan kegiatan negara-negara dengan ekonomi terbesar dunia. Hal tersebut menjadi perhatian besar dari Kementerian Koperasi dan UKM, termasuk LPDB-KUMKM yang menjadi lembaga yang fokus pada permodalan koperasi.

Salah satunya dengan perkuatan modal kepada koperasi yang menaungi banyak UMKM. Baik di sektor kuliner, fesyen, kecantikan, hingga kerajinan tangan di Provinsi Bali.

“Krisna Oleh-Oleh Bali menjadi contoh atau ikon bahwa ekosistem antara UMKM dengan Krisna bisa dikolaborasikan dengan Koperasi Radha Krisna dan LPDB-KUMKM melalui penyaluran dana bergulir,” papar Supomo, Selasa (1/11/2022).

Supomo meneruskan, setelah bermitra dengan LPDB-KUMKM, Koperasi Radha Krisna akan semakin kuat melayani para anggotanya yang mayoritas pelaku UMKM yang memasok hasil produksinya kepada Krisna Oleh-Oleh Bali.

“Kami akan berbagi tugas, antara Krisna Company, LPDB-KUMKM, dan koperasinya, bagaimana mengembangkan UKM ke depan. Kami akan melakukan Riset and Development (RnD) meng-create inovasi para UMKM. Jadi, para UMKM hanya fokus produksi, pemasaran oleh Krisna Oleh-Oleh Bali, dan permodalan oleh LPDB-KUMKM melalui koperasi,” ungkap Supomo.

Menurut Supomo, ekosistem bisnis yang dijalankan Krisna Bali sangat baik. Ditambah dengan optimalisasi koperasi sebagai wadah pengembangan dan akses permodalan bagi UMKM, diharapkan semakin membaik dan saling menguntungkan.

“Peran offtaker sudah jelas, yakni Krisna Oleh-Oleh Bali. Para pelaku UMKM fokus produksi, permodalan dari koperasi, dan kami dari LPDB-KUMKM yang mendukung koperasinya,” tegasnya.

Sementara itu, Gusti Ngurah Anom atau biasa yang dipanggil dengan Ajik Krisna, pemilik dari Pusat Oleh-Oleh Krisna Bali mengapresiasi terhadap komitmen pemerintah mengembangkan UMKM, khususnya Kementerian Koperasi dan UKM melalui LPDB-KUMKM. “Saya tentunya mengucapkan banyak terima kasih pada Kementerian Koperasi dan UKM, karena program pemerintah sangat luar biasa. Saya mengapresiasi support LPDB-KUMKM. Apalagi saat ini menjelang gelaran G20, kami sudah ada kerja sama dan sinergi antara LPDB-KUMKM, koperasi untuk pengembangan UMKM,” tukas Ajik.

Ajik meyakini, setelah bermitra dengan LPDB-KUMKM, pengembangan dan akses permodalan kepada UMKM semakin meningkat. Terlebih saat ini, Krisna Oleh-oleh Bali menaungi 365 UMKM dengan 5.000 produk yang dipasok kepada Krisna Bali.

“Pastinya, akan semakin memperkuat UMKM. Selain dari, sisi akses permodalan, pemasaran, dan pendampingan, memang atensi ini sangat luar biasa, sampai mendampingi kami perbaikan tata kelola koperasinya, dan ini merupakan etape pertama. Tahun depan, mungkin akan lebih besar lagi dan tetunya kepada UMKM lebih baik dan lebih bagus lagi,” katanya.

Direktur Bisnis LPDB-KUMKM Krisdianto mengatakan, dengan memberikan pinjaman kepada Koperasi Radha Krisna akan memberikan dukungan kepada koperasi untuk lebih intens melayani para anggotanya. “Dengan penyaluran kepada Krisna ini, kami ingin Radha Krisna memperbesar skala usahanya, dengan membantu dari sisi modal kerja, dengan modal kerja yang murah, dan fleksibel itu akan lebih membantu bagi koperasi untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan Krisna Holding dalam membantu para UMKM memproduksi lebih banyak, dan kepastian pembayaran yang cepat, dengan bunga yang ringan,” tegas Krisdianto.

Dari sisi skala usaha koperasi, LPDB-KUMKM akan mendorong Koperasi Radha Krisna meningkatkan eksosistemnya agar lebih baik lagi. Terutama dari sisi riset dan pengembangan serta pemasaran.

“Kami akan mendorong melalui wadah inkubasi atau inkubator yang nantinya didukung penuh oleh LPDB-KUMKM. Karena itu, fungsi dari LPDB-KUMKM, selain memberikan permodalan,” kata Krisdianto.(tim redaksi)

admin

Recent Posts

Bank Mandiri Taspen Resmikan Toko Aice Mantap di Manado Sulawesi Utara, Dukung Pensiunan Jadi Wirausaha Mandiri

MANADO - PT Bank Mandiri Taspen berkomitmendalam mendukung kesejahteraan dan kemandirian ekonomi nasabah pensiunan. Salah…

2 hari ago

Keterangan Sejumlah Pihak dan Proses Penyidikan, Tersangka Dika “Jebak” Korban dengan Iming-iming Pencairan Bonus

PURWOKERTO - Penyidikan kasus dugaan penipuan berkedok investasi yang ditangani Polresta Banyumas terus mengungkap pola…

3 hari ago

Alhamdulillah!!! Bank Muamalat Raih Penghargaan Indonesia Public Relations Top Leader 2026

JAKARTA - Head of Public and Media Relations PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Deddy Thridha…

3 hari ago

Layanan Muamalat Digital Integrated Access Bank Muamalat Tumbuh Positif

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat jumlah pengguna layanan cash management system bernama…

4 hari ago

Program AZKO Purwakarta, Ajak Warga Hidup Berkualitas pada Momen Last Chance BOOM SALE

PURWAKARTA – Puluhan warga mengikuti senam sehat dan edukasi pembuatan healthy juice yang diselenggarakan AZKO…

4 hari ago

Datangi SMA Negeri 3 Jakarta, AXA Mandiri Bekali Para Siswa dengan  Literasi Keuangan dan Kesehatan Mental

JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri)…

6 hari ago