Categories: Terkini

Lestarikan Sastra Jawa, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Gelar Kompetisi Bahasa dan Sastra 2023

Advertisements

YOGYAKARTA – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta berupaya melestarikan sastra Jawa. Salah satu agendanya adalah melalui gelaran Kompetisi Bahasa dan Sastra tingkat Kota Yogyakarta tahun 2023.

Agenda rutin tahunan ini akan mempertandingkan tujuh jenis lomba. Mulai dari Maca Cerkak, Maca Geguritan, Macapat, Alih Aksara, Sesorah, Panatacara, hingga Mendongeng. Semua itu terbuka bagi warga masyarakat Kota Yogyakarta.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta Yetti Martanti SSos M M menjelaskan, agenda tersebut menjadi upaya nyata pemerintah Kota Yogyakarta menjaga keberlangsungan warisan sastra Jawa bagi generasi mendatang.

“Sastra Jawa sangat penting untuk dibiasakan kepada generasi muda. Selain membantu mereka memahami sejarah budaya dan identitas lokal, juga mengembangkan kreativitas, serta membantu menjaga dan melestarikan bahasa dan budaya Jawa,” kata Yetti, di kantornya, Selasa (21/3/2023).

Ia menambahkan, ada sedikit berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya. Untuk Kompetisi Bahasa dan Sastra 2023 berbasis masyarakat bukan lagi sekolah. Lomba dikategorikan melalui jenjang usia dan bukan jenjang dalam satuan Pendidikan. Seperti SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA.

Ada empat kategori usia dalam Kompetisi Bahasa dan Sastra 2023. Yakni, kategori anak, usia 6-13 tahun, remaja dengan usia 13-19 tahun, usia dewasa dengan usia 19 – 45 tahun dan kategori umum untuk semua usia.

“Untuk peserta hanya diperuntukkan bagi warga Kota Yogyakarta dan dibuktikan dengan KTP, KIA, atau KK,” imbuhnya.

Lomba Maca diperuntukkan bagi anak, remaja, dewasa, dan umum. Lomba Cerkak, untuk anak, remaja, dewasa, lomba geguritan, macapat, dan alih aksara  untuk anak, remaja, dan dewasa.

“Berbeda dari kompetisi sebelumnya, untuk tahun ini aturan berbusana. Aturan berbusana Kompetisi Bahasa dan Sastra Kota Yogyakarta tahun 2023 terbagi dalam busana bebas kreatif, busana jawa lengkap (gagrak Ngayogyakarta). Semua persyarakat lebih lengkap bisa ditanyakan ke panitia,” katanya.

Kompetisi Bahasa dan Sastra merupakan lomba berjenjang tingkat kabupaten/kota hingga Provinsi DIY. Ada lima hadiah bagi para pemenang di masing-masing jenjang lomba. Hadiah berupa uang pembinaan, sertifikat, dan tropi. Para pemenang yang meraih juara pertama, kedua, dan ketiga di tingkat Kota Yogyakarta berhak maju ke lomba di tingkat Provinsi DIY.(tim redaksi)

admin

Recent Posts

Transformasi Bisnis menuju Segmen Retail dan SME, Bawa Bank Muamalat  Raih Dua Penghargaan

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk meraih penghargaan TOP GRC Awards 2026 atas keberhasilannya…

11 jam ago

Gandeng BMM, Bank Muamalat Salurkan Bantuan untuk 4.597 Penyintas Gempa NTT

JAKARTA - Lembaga Amil Zakat Nasional dan Nazhir Wakaf Baitulmaal Muamalat (BMM) bersama PT Bank…

3 hari ago

Sidang Kasus Penipuan Pensiunan di Purwokerto: Para Saksi Ungkap Janji Iimbal Hasil Jutaan Rupiah

PURWOKERTO - Terdakwa kasus penipuan dan penggelapan uang para pensiunan di Purwokerto, Nurma Handika Sari…

3 hari ago

Telkomsel Usung Semangat ‘Sepenuh Hati, Memahami’

 Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026 Bersama Pelanggan di Jawa Tengah dan DIY SEMARANG - Memperingati…

5 hari ago

Usung Tema ‘Think Customer,’ Bank Muamalat Rayakan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk merayakan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 dengan mengusung…

6 hari ago

Bentuk Solidaritas dan Kepedulian, AXA Mandiri dan Karyawan Bersatu Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa NTT

JAKARTA - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) bersama para karyawannya menunjukkan solidaritas dan…

1 minggu ago