Categories: Indonesia Lengkap

Danang Maharsa di Debat Publik Cawabup Sleman: Ekonomi Perempuan Berdaya, Kunci Turunkan KDRT

Advertisements

SLEMAN – Calon Wakil Bupati Sleman nomor urut 2, Danang Maharsa, memaparkan strateginya untuk menekan angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Sleman dengan memberdayakan perempuan secara ekonomi. Hal tersebut ia sampaikan dalam Debat Publik Putaran Kedua yang disiarkan langsung dari TVRI Yogyakarta pada Minggu malam (3/11/2024).

“Perempuan adalah korban terbanyak dalam kasus KDRT. Sayangnya, banyak dari mereka enggan melapor kepada pihak berwenang karena berbagai faktor yang melibatkan kondisi ekonomi dan keluarga,” ujar Danang.

Menurut Danang, ketergantungan ekonomi menjadi faktor utama perempuan enggan melaporkan KDRT. “Banyak perempuan korban KDRT yang enggan melapor karena mereka secara ekonomi bergantung pada suami. Ketakutan kehilangan nafkah sering kali membuat mereka memilih bertahan dalam situasi yang sulit,” tambahnya.

Selain ekonomi, Danang juga menyoroti kekhawatiran soal hak asuh anak yang membuat korban ragu untuk melapor. “Banyak korban takut berpisah dengan anak-anaknya jika melaporkan kasus KDRT. Ini menjadi tantangan besar yang harus kita atasi bersama,” jelasnya.

Sebagai solusi, Danang dan pasangannya, Calon Bupati Harda Kiswaya, telah menyiapkan program untuk memberdayakan perempuan agar lebih mandiri secara ekonomi. “Jika perempuan memiliki kemandirian finansial, mereka akan lebih berani untuk melapor dan keluar dari situasi KDRT,” ungkapnya.
Tidak hanya soal ekonomi, Danang juga berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang KDRT. “Edukasi penting untuk membentuk pemahaman yang lebih baik tentang KDRT dan hak-hak perempuan. Kami akan gencar melakukan sosialisasi agar masyarakat makin paham,” katanya.

Data mencatat, pada 2023 terjadi 420 kasus KDRT di Sleman. Melalui program yang digagas, Danang optimis dapat menekan angka ini secara signifikan.

Selain isu KDRT, politisi PDIP tersebut juga menyoroti kesejahteraan guru honorer di Sleman. “Kami berkomitmen agar gaji guru honorer di Sleman bisa setara dengan UMK (Upah Minimum Kabupaten) yang berlaku. Ini langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” tutupnya.

Debat publik malam itu mengusung tema “Inklusi Sosial Budaya dan Sumber Daya Manusia,” yang menggarisbawahi berbagai isu krusial yang dihadapi masyarakat Sleman. (Arumi)

admin

Recent Posts

Telkomsel Perkuat Engagement Pelanggan Prestige Lewat Aktivitas Olahraga Padel di Yogyakarta

YOGYAKARTA - Telkomsel terus memperkuat hubungan dengan pelanggan melalui berbagai aktivitas yang memberikan pengalaman positif…

5 jam ago

Didukung Penguatan Segmen Ritel Consumer, Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Pembiayaan

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan pembiayaan consumer sebesar 54,63% secara year…

5 jam ago

AXA Mandiri, AXA Financial Indonesia dan AXA Insurance Bekerja Sama dengan LFC Retail Indonesia, Hadirkan Dua Legenda Liverpool FC

DENPASAR - Sebagai bagian dari kemitraannya dengan Liverpool FC sebagai Official Global Training Partner, PT…

2 hari ago

Hingga Agustus 2026, Jumlah Transaksi Isi Ulang Kartu Uang Elektronik via Muamalat DIN Alami Pertumbuhan Hingga 180,52%

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus mendukung pengembangan ekosistem pembayaran digital nasional, salah…

4 hari ago

Investasi Bodong di Purwokerto, Hakim Tegaskan Dika Lakukan Praktik Money Game

PURWOKERTO - Terdakwa kasus pidana penipuan dan penggelapan dana para pensiunan di Purwokerto, Nurma Handika…

6 hari ago

Bareng ADPLK, DPLK Syariah Muamalat Dorong Peningkatan Literasi dan Inklusi Dana Pensiun Syariah di Indonesia

JAKARTA - Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat sebagai pelopor industri dana pensiun syariah…

6 hari ago