Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso P (tengah), sedang menjelaskan salah satu tampilan pameran kepada Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti (paling kanan) dan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Affan Prapanca (paling kiri), pada pameran budaya Upakarya Semarang ke-2 2025, Selasa (5/7/2025), di "Teman Lama", Jalan Suroto No. 5A, Kotabaru, Yogyakarta. (Foto: Norsita)
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang (Disbudpar Kota Semarang) kembali menggelar pameran budaya Upakarya Semarang ke-2 tahun 2025 di “Teman Lama”, jalan Suroto No.5A, Kotabaru, Yogyakarta, 5 hingga 9 Agustus 2025 mendatang. Pameran dibuka untuk umum, pukul 10 hingga 21.00 WIB, dengan pendamping seperti Tur Kuratorial.
Pameran ini membersamai Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), dengan mengusung tema “Rumah Semarang”. Sebagai penanda relasi panjang dan erat Kota Semarang dan Kota Yogyakarta. Demikian disampaikan Kepala Disbudpar Kota Semarang, ketika membuka Pameran Upakarya Semarang, Selasa (5/8/2024) di area pameran “Teman Lama”, Yogyakarta.
“Pameran ke-2 di Yogyakarta ini, menjadi simbol, karena menggali kembali sejarah relasi ekonomi dan budaya Semarang dan Jogja. Relasi dua kota ini dulunya sangat kuat, melalui perdagangan gula. Jogja memproduksi, Semarang mengekspor. Tapi konektivitasnya baru terwujud saat jalur kereta api Semarang–Yogyakarta dibuka sekitar tahun 1905,” tambahnya.
Wing kembali mengungkapkan mengungkapkan Jalur Semarang–Yogyakarta melalui Magelang membentang sejauh 121 km, memangkas perjalanan hingga 80 km, dibanding jalur lama via Surakarta. Perjalanan lebih efisien, sekitar 4 jam. Sehingga membuka arus perdagangan yang lebih aktif, untuk komoditas ekspor seperti gula.
“Antara 1870 hingga 1930, pabrik gula di Jogja relatif banyak, sekitar 19 buah. Produksi gula diangkut melalui jalur kereta dan diekspor melalui pelabuhan Semarang, sebagai pusat perdagangan Internasional, oleh beberapa perusahaan, salah satu OTHC (Oei Tiong Ham Concern) di Kota Lama atau Oudestat, Semarang”, jelasnya.
Karenanya, lanjut Wing, relasi Kota Semarang dan kota Yogyakarta bukan hanya sejarah dan ekonomi, tetapi sosial dan toleransi. Kota Semarang yang multi etnis belajar dari kota Yogyakarta tentang menata ruang publik, dan menjaga keterlibatan masyarakat dalam setiap kegiatan budaya. Sebagai Indonesia kecil, di kota Semarang terdapat beberapa etnis diantaranya tionghoa, arab, jawa yang semua mempunya kesempatan sama untuk berprestasi dan berkontrobusi terhadap kota Semarang. Pameran ini juga menjadi bagian dari gerakan mendorong kota-kota di Indonesia agar menjadi ruang ziarah budaya yang aktif, edukatif, dan partisipatif.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menyampaikan, kolaborasi ini sebagai bentuk perjumpaan ulang dua kota bersejarah. Untuk itu pihaknya menyambut baik, inisiatif kota Semarang, karena pameran ini, bukan hanya tentang artefak, tapi juga cerita dan sejarah serta menghidupkan kembali memori budaya yang pernah berkembang di kota Yogyakarta dan kota Semarang.
“Warisan budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dihidupkan. Termasuk bagaimana bangunan-bangunan cagar budaya di Kotabaru dimanfaatkan untuk aktivitas kreatif seperti pameran”, tambahnya.
Pameran Upakarya Semarang ke-2 2025, yang bekolaborasi dengan Komunitas Jejak Kartu Pos dan Senyum Labs, membawa kisah jalur gula sebagai pembuka. Kemudian melalui ruang kuratorial bertajuk “Rumah Semarang”, pengunjung diajak menelusuri arsip, kartu pos, surat-surat, dan artefak lainnya yang menjadi bagian dari narasi budaya Semarang.
Turut hadir pada pembukaan pameran, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Affan Prapanca, dan instansi terkait serta beberapa komunitas. (Norwien)
JAKARTA – Kinerja pembiayaan emas syariah PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatatkan pertumbuhan yang signifikan…
JAKARTA - Di tengah tekanan global yang belum mereda akibat meningkatnya tensi geopolitik dan volatilitas…
Juga Mendonasikan Komposter dan Edukasi Pentingnya Literasi Keuangan JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Bumi,…
JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus melakukan optimalisasi jaringan kantor yang dimiliki untuk…
JAKARTA - Bank Mandiri kembali menegaskan posisinya sebagai institusi keuangan terdepan melalui keberhasilannya mempertahankan pengakuan…
JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mengungkapkan bahwa penyaluran pembiayaan Multiguna iB Hijrah terus…