Jumpa Pers, peresmian produksi Film Pintu Belakang oleh Bintang Cahaya Sinema, di Resto Den Baguse, Kotabaru, Yogyakarta, Minggu (22/02/2026), bersama Produser, Sutradara, Penulis novel dan beberapa pemain. (Foto: Norwien)
YOGYAKARTA – Film layar lebar bergenre semi horor berjudul Pintu Belakang resmi dimulai produksinya.Peresmian tersebut, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh CEO Bintang Cahaya Sinema, Rizka Shakira, sebagai Produser, pada Minggu (22/02/2026) di The House of Den Baguse, jalan Sabirin, Kotabaru, Yogyakarta. Film yang dijadwalkan mulai syuting hari Senin (23/02/2026) , ditargetkan rampung sebelum hari Raya Idhul Fittri 2026.
Sebelumnya di tempat yang sama juga diadakan Jumpa Pers, yang dihadiri sejumlah pihak yang terlibat dalam film Pintu Belakang, diantaranya, CEO Bintang Cahaya Sinema, Rizka Shakira, Sutradara dan Penulis Skenario, BW Purbanegara, Penulis Novel “Nyis”, Alex Suhendra, dan para pemain, seperti Martino Lio, Zulfa Maharani, Iva Deivana serta jajaran Produser dan Manajemen Bintang Cahaya Sinema.
Film Pintu Belakang merupakan adaptasi dari Novel “Nyis” karya Alex Suhendra, yang menceritakan pasangan suami istri, Koci dan Kumbu, dimana mereka tinggal di desa terpencil dan mengalami perubahan hidup setelah kehilangan bayi saat persalinan. Kemudian mereka merawat seorang anak misterius bernama Nyis, yang selamat dari tragedi berdarah dan mengalami trauma berat, hingga lupa ingatan.
Konflik berkembang ketika teror psikologi menghantui keluarga tersebut, dimana sosok makhluk yang ditakuti Nyis, kerap muncul dan mengancam keselamatan mereka, melalui pintu belakang.
BW Purbanegara, menyampaikan novel tersebut telah dibaca sejak tahun 2021. Namun proyek adaptasi baru terealisir pada tahun 2025, setelah menemukan mitra produksi.
“Selama ini saya membuat film drama dan ini pertama kalinya saya membuat film bergenre semi horor. Saya merasa tertantang untuk menyajikan tontonan yang spesial dan memperkaya film Indonesia,” ujarnya.
Pada saat yang sama, Rizka Shakira mengungkapkan proses produksi ditargetkan selesai bulan depan. Pihaknya berencana, mendaftarkan filmnya, pada Festival Film Internasional di Paris, Mei 2026.
Sementara itu, Alex Suhendra mengatakan Nyis merupakan karya ketiganya, yang diangkat ke layar lebar. Ia berharap adaptasi tersebut dapat memperluas jangkauan cerita kepada penonton nasional.
Film ini ditargetkan tayang menjelang hari Raya Idul fitri 2026 dan menyasar penonton lintas usia, dengan pendekatan drama keluarga yang dipadukan unsur horor psikologis.(Norsita)
PALEMBANG - Kerinduan Slankers Palembang akhirnya terobati. Setelah cukup lama tidak tampil di Kota Pempek…
YOGYAKARTA – Ada suasana tak biasa di Jogja City Mall (JCM) pada Sabtu (23/5/2026). Di…
Bertujuan Kumpulkan Dana untuk Beasiswa YOGYAKARTA - Jogja Run D-City sukses riuhkan Kota Yogyakarta. Event…
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjalin kerja sama dengna PT Kereta…
YOGYAKARTA – Komiten PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sebagai bank global Indonesia…
YOGYAKARTA - Jogja Financial Festival 2026 (JFF 2026) merupakan salah satu festival yang dapat membantu…