Categories: Dagang

PT Mandiri Manajemen Investasi Targetkan Dana Kelolaan ETF Emas Rp1 Triliun

Advertisements

JAKARTA – PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menargetkan dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana ETF (Exchanget Traded Fund) Emas Syariah. Nilainya sebesar Rp1 triliun dan membidik jangka panjang.

Perseroan optimistis bakal mencapai target tersebut, lantaran investor meminati emas sebagai instrumen investasi yang relevan untuk horison jangka panjang.

Bersamaan dengan itu, Mandiri Investasi meluncurkan Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas (XMES) yang mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). XMES merupakan salah satu dari lima ETF emas yang resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Kami menargetkan AUM XMES mencapai Rp1 triliun dalam jangka panjang. Namun, pertumbuhan tersebut harus dibangun secara sehat dan berkelanjutan. Bagi kami, keberhasilan XMES bukan hanya diukur dari besarnya dana kelolaan,tetapi juga ketika semakin banyak investor memiliki akses dan pemahaman yang lebih baik mengenai peran emas dalam portofolio mereka,” kata Direktur Investasi Mandiri Investasi Ernawan R. Salimsyah di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Ia mengatakan, target tersebut seiring dengan meningkatnya pemahaman investor terhadap ETF emas dan berkembangnya ekosistem pasar emas di Indonesia.

Mandiri Investasi mengamati kombinasi antara pertumbuhan permintaan dan keterbatasan pasokan menjadi salah satu faktor yang membuat emas tetap relevan dalam portofolio jangka panjang.

“Secara historis, emas memiliki karakteristik yang berbeda dibanding instrumen investasi lainnya dan cenderung lebih tahan ketika pasar mengalami tekanan. Karena itu, emas dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyeimbangkan portofolio, khususnya bagi investor dengan perspektif jangka panjang,” papar Ernawan pada perdagangan Selasa ini (11/8/2026),

XMES diperdagangkan di pasar sekunder melalui mekanisme seperti perdagangan saham, sehingga investor bisa melakukan transaksi melalui bursa tanpa perlu mengelola penyimpanan fisik emas secara langsung. XMES juga diterbitkan dan dikelola berdasarkan prinsip syariah sesuai Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/VII/2025.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan, dana kelolaan global ETF berbasis emas l menembus US$559 miliar, dengan kepemilikan emas mencapai 4.025 ton. Ia meneruskan, instrumen derivatif berbasis emas ini penting dalam ekosistem investasi global.

“Yang dilakukan hari ini bukan sekadar menambah satu produk, kita sedang memperluas pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar keuangan kita agar dapat bersaing dengan pasar modal regional maupun global,” tegas Juda di sela acara Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (10/8/2026).

Guna mendukungnya, lanjut Juda, pemerintah melalui lembaga regulator mandiri seperti PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), hingga PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta bank penyedia emas, sudah memulai pengembangan kegiatan usaha bank emas (bullion) pada tahun 2023.

“ETF emas harus menjadi bagian dari penguatan ekosistem emas nasional. Dalam kegiatan usaha bullion, emas tidak hanya berhenti sebagai aset yang disimpan. Melalui ekosistem keuangan yang baik, emas dapat terhubung dengan instrumen investasi dan pasar lebih luas,” lanjut Juda.

Adapun, Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat menjelaskan, ekosistem ETF emas terdiri dari penyediaan emas fisik dan asli sebagai aset dasar (underlying). Kemudian, pencatatan transaksi dan kepemilikan elektronik ETF emas melalui Electronic Gold Receipt (EGR). Ini juga disertai dengan perdagangan unit penyertaan ETF emas di BEI.

“Peluncuran ETF emas hari ini bertepatan dengan tahun menjelang usia emas Pasar Modal Indonesia, merupakan simbol harapan untuk dapat berkontribusi menuju Indonesia Emas di tahun 2045,” pungkas Samsul. (Arumi)

admin

Recent Posts

Sudah Diumumkan OJK, LPS, dan BPS,  Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS)…

6 jam ago

Melalui Program Sepatu Impian, Bank Muamalat bersama Baitulmaal Muamalat Salurkan Sepatu Impian dan Mushaf Al-Qur’an

JAKARTA - Bagi sebagian orang, sepasang sepatu baru mungkin hanya pelengkap untuk memulai hari pertama…

6 jam ago

Perluas Layanan Digital dan Dorong Pertumbuhan Bisnis Syariah, Badan Pengelola Keuangan Haji dan Bank Muamalat Perkuat Ekosistem Haji Nasional

MAKASSAR – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat)…

4 hari ago

Synergy Roadshow 2026, Badan Pengelola Keuangan Haji dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Hadir di Makassar

MAKASSAR - Pimpinan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Bank Muamalat berfoto bersama peserta Synergy…

6 hari ago

AXA Mandiri Gandeng Make-A-Wish®  Indonesia Hadirkan Harapan bagi Anak dengan Penyakit Kritis untuk Terus Melangkah Pasti

Wujudkan Mimpi Anak-Anak di Indonesia JAKARTA - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menjalin…

6 hari ago

Niti Kanti, Kelompok Seniman Perempuan Hadirkan Pameran “Rawat, Rasa, Rupa”

YOGYAKARTA - Di sebuah ruang pamer yang hangat di Yogyakarta, belasan perempuan berdiri di depan…

1 minggu ago