Magister Sosiologi UMM Malang dan FKUB Kota Magelang Dorong Kerja Sama Aktor-Aktor Moderasi Beragama berbasis Program
MAGELANG – Program Studi Magister Sosiologi Direktorat Pascasarjana. Program Pascasarjana (DPPS) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkolaborasi dengan FKUB ( Forum Kerukunan Umat Beragama ) Kota Magelang mengadakan FGD (Focus Group Discussion) yang kedua. Kali ini, tema yang diangkat adalah Model Kerja sama Aktor-Aktor Moderasi Beragama untuk Peningkatan Indeks Kota Toleran (IKT), di Ruang Rapat Besar lantai 2, DPUPR Kota Magelang, Senin ( 17/11/2025).
Adapun para peserta Focus Group Discussion tersebut adalah dua birokrat dari Bakesbangpol, satu birokrat dari Kementerian Agama Kota Magelang, dan 25 peserta yang berasal dari FKUB, Kampung Religi, Kampung Moderasi Beragama, dan Kelurahan Sadar Kerukunan.
Ketua Program Studi Magister Sosiologi DPPS Universitas Muhammadiyah Malang Rachmad K.Dwi Susilo Ph.D sebagai pemantik diskusi kelompok ini menyatakan, tujuan FGD adalah menemukan model tata kelola kolaboratif (collaborative governance) lokal yang berkontribusi signifikan untuk pengarusutamaan nilai-nilai moderasi beragama di masyarakat.
Menurut Rachmad yang juga hadir sebagai ketua peneliti, pilihan tema tersebut sangat tepat dan strategis, mengingat sudah tiga tahun ini Indeks Kota Toleran Kota Magelang masuk dalam lima besar.
Lebih lanjut, alumni Public Policy and Social Governance, Hosei University ini menegaskan, di Kota Magelang berkembang kelompok-kelompok yang memiliki visi sama, yakni masyarakat harmonis, masyarakat yang toleran, dan masyarakat yang damai. Kelebihan kelompok-kelompok tersebut muncul dari masyarakat sipil yang berbasis kerelawanan. Selain itu, misi ke-3 Kota Magelang menyatakan ’menciptakan keharmonisan antar umat beragama’ akan sangat mendukung terciptanya suasana moderasi dan peningkatan indeks kota toleran 2026.
“Dengan diselenggarakan FGD ini diharapkan semua aktor bisa berkomunikasi, menyamakan persepsi, dan membangun komitmen bersama demi peningkatan indeks Kota Toleran,” tegas Ketua FKUB Kota Magelang, KH. Achmad Rifai yang mengapresiasi FGD karena FKUB berkomitmen pada peningkatan Indeks Kota Toleran bagi Kota Magelang.
Untuk itu, lanjut KH. Achmad Rifai, kerja sama dengan ekosistem moderasi beragama merupakan salah satu strategi efektif.
“Selama ini, FKUB sudah bekerja sama dengan 107 Kampung Religi dan lembaga-lembaga pendidikan. Selain itu, kerja sama dengan kampus-kamus di Kota Magelang sudah dirintis. Tidak lain, agar toleransi di kota ini meningkat dan dipraktikkan oleh masyarakat dengan baik, ” tegas KH Rifai yang sekaligus Ketua NU Kota Magelang ini.
Dalam diskusi tersebut, salah satu peserta, Sugiarto, penelaah bidang ideologi, wasbang, ketahanan sos-bud dan agama Bakespol Pemerintah Kota Magelang mengungkapkan, peningkatan Indeks Kota Toleran Tahun 2026 perlu. Alasannya, karena IKT membuat branding Kota Magelang sebagai Kota Toleran dan dikenal daerah lain.
”Namun, yang terpenting bukan naiknya IKT, terpenting aksi nyata dalam konteks peningkatan kerukunan dan toleransi di Kota Magelang,” tegasnya.
FGD ini merupakan kegiatan yang kedua. Saat perdana, digelar pada tanggal 20 Oktober 2025 yang diselenggarakan kegiatan yang sama dengan fokus, ”Peran, Peluang dan Tantangan FKUB dalam Tata Kelola Moderasi Beragama”.
Setelah FGD ke dua ini, akan dilanjutkan FGD ketiga yang melibatkan stakeholders dari pemerintah. Seperti Bagian Kesejahteraan Rakyat, Sekretaris Daerah Kota Magelang, lurah, dan camat. FGD ini merupakan tindak lanjut kerja sama Program Studi Magister Sosiologi DPPS UMM dengan FKUB Kota Magelang. (Arumi)











