Dorong Ekspor Nasional, LPEI Bareng BRI Bentuk Desa Devisa
JAKARTA – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank melakukan courtesy meeting dengan PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BRI). Adanya kolaborasi antara LPEI dengan BRI tersebut, diharapkan semakin banyak desa-desa lain yang bisa dijadikan Desa Devisa.
Kali ini, pertemuan tersebut dalam upaya memberikan update kinerja tahun 2022 dan proses transformasi LPEI ke depan serta perluasan kerja sama dengan BRI.
Sudah menjadi rahasia umum, BRI merupakan bank dengan distribution network atau cabang terluas di Indonesia, sehingga LPEI bisa memanfaatkan jaringan BRI tersebut untuk dapat menunjang pengembangan program pembiayaan, asuransi, trade finance, dan jasa konsultasi segmen UKM.
LPEI diwakili Direktur Pelaksana Bidang Hubungan Kelembagaan LPEI Chesna F. Anwar dan Direktur Pelaksana Bidang Keuangan & Operasional LPEI Agus Windiarto. Mereka bertemu langsung dengan jajaran pimpinan BRI yang diwakili Direktur Bisnis Wholesale & Kelembagaan Agus Noorsanto, dan Kadiv Sindikasi Dan Jasa Keuangan Non-Bank Trihartono.
Program Desa Devisa yang merupakan salah satu inisiatif jasa konsultasi adalah program pendampingan yang diinisiasi LPEI berbasis komunitas dengan produk sesuai prioritas atau yang memiliki potensi tinggi.
“Ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat desa dan mengembangkan komoditas unggulan desa untuk diekspor,” ungkap Chesna, Selasa (4/4/2023).
LPEI dan BRI juga bakal mengintensifkan program kerja sama yang berjalan sejak awal LPEI berdiri. Ini meliputi pemberian fasilitas kredit, kerja sama counter bank guarantee, Program Penjaminan Pemerintah (Jaminah), serta Trade Credit Insurance (TCI).
LPEI berharap dukungan BRI dalam pengembangan transaksi bisnis lain seperti co-financing bisa direalisasikan dalam waktu dekat.(tim redaksi)











