Categories: Edukasi

Forpi Kota Yogyakarta Nilai Pelaksanaan ANBK Siswa SMP Lancar

Advertisements

KOTA YOGYAKARTA – Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer  (ANBK) bagi 45 siswa utama ditambah 5 siswa cadangan kelas VIII setiap Sekolah Menengah Pertama/MTS di Kota Yogyakarta sesuai jadwal, berakhir Kamis (07/10/2021). ANBK sendiri diselenggarakan selama empat hari, mulai tanggal 4 hingga 7 Oktober 2021. Pihak sekolah diberikan pilihan untuk waktu pelaksanaannya masing-masing selama dua hari.

Di Kota Yogyakarta, sebanyak 2.269 siswa jenjang SMP dan MTS kelas VIII mengikuti ANBK. Setiap siswa mengerjakan tiga jenis Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang terdiri dari kompetensi numerasi dan literasi serta ditambah survei karakter dan survei lingkungan belajar (sekolah).

Hari terakhir pelaksanaan ANBK, Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta masih melakukan pemantauan di SMP N 4 Kota Yogyakarta.

“Dari hasil pemantauan di sekolah ini terdapat ada satu siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang mengikuti ANBK. Total ABK ada 14 siswa dengan rincian  kelas VII ada 8 siswa, kelas VIII ada 4 siswa dan kelas IX  ada 2 siswa dengan Guru Pendamping Khusus (GPK) ada 1 orang. Rata-rata ABK mengalami slow learner,” ungkap Koordinator Forpi Kota Yogyakarta Wahyu Wijayanta, di sela pemantauan.

Menurut Wahyu, di SMP N 4 Kota Yogyakarta pelaksanaan vaksinasi bagi seluruh siswa sudah mencapai 90,7%.

Secara umum, selama empat hari pelaksanaan ANBK berjalan lancar. Kepatuhan dan kedisiplinan terkait dengan protokol kesehatan (prokes) berjalan dengan baik.

“Harapannya konsistensi dan komitmen dari semua pihak termasuk orangtua tetap menjaga prokol kesehatan. Begitupun bagi siswa yang memenuhi syarat untuk dilakukan vaksinasi, namun belum diizinkan orangtuana, perlu ada edukasi tanpa paksaan tentang pentingnya vaksinasi bagi pelajar,” imbuhnya .

Anggota Forpi Kota Yogyakarta Baharuddin Kamba menambahkan, untuk ketersediaan Guru Pendamping Khusus (GPK) yang disediakan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Pemerintah Kota Yogyakarta haruslah sebanding dengan jumlah ABK yang ada di sekolah. Tentunya ini sesuai dengan keahlihan dan kebutuhan.

“Misalnya, satu orang Guru Pendamping Khusus bisa mengampu dua ABK. Bukan satu GPK mengampu sembilan ABK. Ini tentunya dapat memberatkan bagi GPK. Itu kalau kita bicara soal idealnya,” tegas Kamba.

Tim pemantau ANBK Forpi Kota Yogyakarta yang diterjunkan sebanyak lima orang, termasuk Koordinatornya Wahyu Wijayanta. Empat lainnya, adalah Umi Hidayati, Fakhruddin AM, Baharuddin Kamba, masing-masing anggota dibantu satu staf, yakni Wiwid H Saputra. (tim redaksi)

admin

Recent Posts

Telkomsel Usung Semangat ‘Sepenuh Hati, Memahami’

 Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026 Bersama Pelanggan di Jawa Tengah dan DIY SEMARANG - Memperingati…

2 hari ago

Usung Tema ‘Think Customer,’ Bank Muamalat Rayakan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk merayakan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 dengan mengusung…

2 hari ago

Bentuk Solidaritas dan Kepedulian, AXA Mandiri dan Karyawan Bersatu Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa NTT

JAKARTA - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) bersama para karyawannya menunjukkan solidaritas dan…

4 hari ago

Hingga Juni 2026, Outstanding Pembiayaan SME Bank Muamalat Capai Rp3,2 Triliun

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus meningkatkan penyaluran pembiayaan usaha small medium enterprise…

5 hari ago

Gandeng RS PKU Muhammadiyah, Kalbe Farma, dan BPD DIY, Forwakobis DIY Gelar Aksi Sosial

Ratusan Lansia Sayidan Kota Yogyakarta Cek Kesehatan Gratis YOGYAKARTA – Saat para wartawan berkumpul tidak…

6 hari ago

Kuliah Praktisi Magister Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang Kupas Tuntas Birokrasi Sebagai Kajian Sosiologi Politik

MALANG - Magister Sosiologi Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan ”Kuliah Praktisi Sosiologi…

1 minggu ago