Categories: Terkini

Asaki Siap Pasok Semua Kebutuhan Pembangunan Infrastruktur IKN Nusantara

Advertisements

JAKARTA – Para pengusaha yang berkecimpung di industri keramik nasional bersiap memenuhi semua kebutuhan pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Baru (IKN) Nusantara. Bahkan, Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) berjanji akan memenuhi semua kebutuhan infrastruktur bahan bangunan untuk pembangunan IKN.

“Kami menyambut baik pembangunan IKN di Kalimantan Timur, dan Asaki siap memenuhi semua kebutuhan infrastruktur bahan bangunan untuk pembangunan IKN,” tegas Ketua Umum Asaki Edy Suyanto di Jakarta, Sabtu (09/04/2022).

Edy menambahkan, secara kualitas dan design, produk lokal jauh lebih baik. Bahkan, lebih unggul dari sisi ketepatan waktu dan pelayanan purna jual.

“Selain itu, juga didukung volume produksi industri keramik sangat mumpuni untuk memenuhi semua permintaan domestik yang tentunya akan bertambah seiring pembangunan IKN di Kalimantan Timur,” tegasnya.

Menurutnya, semua itu tentunya juga didukung dengan rencana ekspansi kapasitas industri keramik sebesar 35 juta m2 per tahun dengan total nilai investasi sekitar Rp 2 triliun dan akan menyerap 3.000 tenaga kerja. Ekspansi kapasitas tersebut, ungkap Edy, cukup merata di mana lokasinya di Jawa Timur sebesar 18 juta m2 dan Jawa bagian Barat sebesar 17 juta m2 dengan mayoritas jenis produk Homogenius Tiles yang dipersiapkan untuk substitusi impor.

Disisi lain, kinerja industri keramik nasional terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada kuartal I tahun 2022, utilisasi produksi keramik nasional sudah berada di level 82-83%. Angka tersebut mendekati target utilisasi produksi nasional tahun 2022 yang diestimasikan sebesar 85%.

Kinerja yang baik di kuartal I tahun 2022, tentunya ditopang peningkatan permintaan dalam negeri. Selain itu, kinerja ekspor juga sudah mulai kembali ‘rebound’.

Tercatat, angka ekspor (dalam volume meter persegi) untuk periode Januari-Februari 2022 ini bertumbuh 20% jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Jika dilihat secara volume dalam USD bertumbuh 6%.

“Permintaan ekspor mulai kembali pulih dengan negara tujuan Filipina, Malaysia, Thailand dan Amerika Serikat (AS),” paparnya.

Lebih lanjut, Edy menegaskan, semangat optimisme industri keramik harus didukung dengan kelancaran supply gas yang mana sampai dengan saat ini industri keramik di Jawa Timur masih belum bisa berproduksi optimal, karena gangguan pasokan gas dari PGN.

“Daya saing industri keramik di Jatim juga terganggu karena dikenakan kuota pemakaian gas harian dan alokasi gas industri tertentu yang pada akhirnya industri terpaksa harus membayar gas di sebesar USD 7,98 – 15 per MMBTU,” katanya.

Mewakili anggota Asaki, Edy berharap pemerintah bisa memberikan kepastian dan kemudahan serta proses yang lebih cepat bagi existing industri keramik yang tengah melakukan ekspansi pada tahun 2022 ini.(tim redaksi)

admin

Recent Posts

Platform Wajib Bertanggung Jawab Ciptakan Ruang Digital Ramah Anak Jadi Gerakan Global

JAKARTA - Selama ini, upaya menciptakan ruang digital ramah anak lebih ditekankan pada peningkatan literasi.…

19 jam ago

Indonesia Insurance Summit 2026, Industri Asuransi Perkuat Resiliensi, Kepercayaan, dan Inovasi

YOGYAKARTA - Dewan Asuransi Indonesia (DAI) bersama seluruh asosiasi perasuransian nasional kembali menyelenggarakan Indonesia Insurance…

22 jam ago

Gunakan Skema Ponzi, “Malinda Dee” Purwokerto Manfaatkan Kedekatan dengan Nasabah

Purwokerto - Masyarakat Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terguncang oleh ulah penipuan seorang mantan…

1 hari ago

Upaya Turunkan Emisi, PT KAI Susun Strategi Net Zero Emmision 2060

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyusun Strategi Net Zero Emission PT KAI. Ini…

1 hari ago

Generasi Muda Diingatkan Dirut BTN Akan Bahaya Fomo dan Judol

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengajak para generasi muda, terutama mahasiswa untuk…

1 hari ago

DPLK Syariah Muamalat Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Investasi Pensiun

JAKARTA - Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat, dana pensiun syariah pertama di Indonesia…

1 hari ago