Mantan PM Selandia Baru Helen Clark Puji Inisiasi LPS Dukung Penanganan Climate Change
BALI – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) turut menginisiasi Forum Indonesia Deposit Insurance Corporation (IDIC) International Seminar 2022 yang digelar di Bali, beberapa waktu lalu.
Pada Forum IDIC International Seminar 2022 tersebut, turut hadir Mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark. Ia menjadi salah satu pembicara utama dalam event internasional tersebut. Pada kesempatan tersebut, Helen Clark menyampaikan apresiasinya pada pemerintah Indonesia, khususnya kepada LPS, yang menginisiasi forum yang menghadirkan deposit insurance dari berbagai negara tersebut.
“Ini hal yang sangat fantastis, Indonesia melalui LPS bisa menggunakan kesempatan Presidensi G20 ini untuk mengadakan dialog yang sangat penting. Terutama mengenai isu climate change yang erat berkaitan dengan sektor keuangan dan perbankan. Sebab perubahan iklim pasti akan sangat berpengaruh kedua aspek tersebut,” papar Helen.
Ia juga menjelaskan terkait adanya beberapa tantangan dalam penanganan perubahan iklim. Salah satu sebabnya karena masih adanya pemangku kebijakan yang belum mempercayai sepenuhnya berbagai hasil kajian dan penelitian yang menyatakan dampak dari perubahan iklim.
“Dan situasi seperti ini, semakin sulit dengan perkembangan media sosial, di mana beragam informasi yang belum jelas sangat mudah tersebar. Dari situ, di sinilah peran penting lembaga penjaminan simpanan untuk bisa berkontribusi di negaranya masing-masing. Keterlibatan lembaga penjaminan simpanan bisa diawali dengan mengadopsi standar pedoman yang diakui secara global. Dan, standar tersebut lalu bisa diimplementasikan di berbagai negara dan disesuaikan dengan masing-masing negara,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan, mengenai peran industri keuangan termasuk otoritas keuangan dalam mendukung green economy atau ekonomi hijau.
“Segenap elemen pemerintah dan otoritas keuangan tentu bersama-sama ingin mendukung green economy. LPS sebagai salah satu otoritas keuangan di Indonesia juga terus mendorong upaya pemerintah dalam melakukan transisi menuju green economy tersebut. Salah satunya, penyelenggaraan event IDIC International Seminar ini,” tegas Purbaya.
Selain itu, lanjut Purbaya, kini LPS juga memiliki program LPS Banking Award. Salah satu kategorinya adalah Bank teraktif dalam Green Banking. Nantinya, LPS akan memberikan penghargaan kepada bank yang paling aktif dalam melaksanakan program green banking.
“Kami lakukan untuk memberikan dukungan bagi industri perbankan yang memiliki peran besar dalam mendukung perbankan hijau,” tambahnya.
Adapun, IDIC International Seminar 2022 merupakan seminar internasional yang dihadiri para delegasi Deposit Insurance Corporation (DIC) atau semacam lembaga penjamin simpanan dari berbagai negara. Ada juga beberapa tamu undangan dari akademisi, pengambil kebijakan, dan lainnya.
Tahun ini, IDIC International Seminar mengambil tema “Climate Change, Decarbonization, Sustainability, & Green Economy”. Tema ini diangkat sebagai bentuk dukungan LPS terhadap agenda prioritas pemerintah dalam KTT G20 Indonesia Presidensi pada tahun 2022 ini. Salah satunya mengangkat tentang isu sustainability.
Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan dan delegasi dari 25 negara. Antara lain, dari kawasan Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika. Di antaranya, Swedia, Georgia, Albania, Jepang, Korea Selatan, Jamaika dan Ghana.(tim redaksi)











