Categories: Dagang

Gandeng Lovepink, Asuransi Astra Berikan Deteksi Dini Kanker Payudara Warga Kampung Berseri Asuransi Astra Pela Mampang

Advertisements

JAKARTA – Asuransi Astra bekerja sama dengan Lovepink memberikan Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara & Pemeriksaan USG Payudara di Kampung Berseri Asuransi Astra Pela Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (18/3/2023).

Langkah ini sebagai upaya memberikan edukasi pentingnya sadari kanker payudara, sekaligus melakukan sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara & Pemeriksaan USG Payudara. Acara ini terselengggara berkat kolaborasi antara Asuransi Astra dengan Lovepink yang hadir sebagai bagian dari kampanye #PerempuanBermakna, dengan memberikan literasi dan edukasi kesehatan terkait kanker payudara bagi para perempuan di Kampung Berseri Asuransi Astra Pela Mampang, Jakarta Selatan.

Co-Founder Lovepink Madelina Mutia menegaskan, acara tersebut memiliki dua program yang diinisiasi dalam memberikan edukasi atau sosialisasi tentang kanker payudara serta fasilitas pemeriksaan USG payudara secara gratis pada masyarakat.

Pada program pertama, Pink Talk merupakan sosialisasi yang membahas mengenai pentingnya deteksi dini dan deteksi klinis kanker payudara yang juga dilengkapi sesi sharing pengalaman para survivors kanker payudara untuk memberikan dukungan moral dan motivasi bagi perempuan lainnya.

Selanjutnya, skrining, pemeriksaan payudara dengan alat USG. Ini merupakan rangkaian dari Gerakan 10.000 USG Payudara Gratis yang diberikan Lovepink. Pemeriksaan bisa dilakukan di Pink Van atau di pusat layanan kesehatan lain yang sudah dikoordinasikan Lovepink.

“Pada sesi Pink Talk, para warga tidak hanya diberikan sebatas teori atau pengetahuan saja, namun juga diberikan langkah-langkah yang benar periksa payudara sendiri (SADARI),” jelas Madelina, di sela acara.

Faktanya, lanjut Madelina, melakukan pemeriksaan payudara ke dokter dianjurkan setidaknya 1 tahun sekali. Namun pemeriksaan bisa dilakukan mandiri secara rutin dengan mengikuti langkah-langkah SADARI yang dianjurkan dokter. Ini bisa dilakukan setiap sebulan sekali pada hari ke-7 sampai ke-10 dihitung dari menstruasi hari pertama atau bagi perempuan yang menopause dan laki-bisa dapat memiliih tanggal istimewa setiap bulan, sebelum melakukan pemeriksaan lanjutan (skrining).

“Guna meningkatkan kesehatan perempuan, kita perlu dengan sigap mengatasi masalah dengan mengetahui penyakitnya sejak dini, agar bisa dicegah sebelum lebih membahayakan. Seperti kanker payudara, dengan melakukan deteksi sejak dini berarti semakin cepat sel kanker payudara diketahui, semakin cepat pula pengobatan bisa dilakukan, sehingga peluang kesembuhan semakin besar. Semua perempuan harus memahami betapa pentingnya meluangkan waktu menjaga kesehatan yang baik untuk diri mereka sendiri juga,” kata Head of PR, Marcomm, and Event Asuransi Astra Laurentius Iwan Pranoto.

Iwan meneruskan, fakta menunjukkan, sejumlah penyakit yang menimpa wanita sebenarnya bisa dicegah dengan perawatan yang tepat. Acara tersebut juga dilaksanakan dengan harapan bisa menyebarkan pesan dan mendorong jutaan perempuan lainnya di seluruh dunia lebih berani memeriksa atau mendeteksi, sehingga mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.

Kegiatan literasi dan edukasi kesehatan kanker payudara bagi perempuan dengan berkolaborasi bersama Lovepink, organisasi nirlaba yang berfokus pada kegiatan sosialisasi deteksi dini kanker payudara bagi sesama perempuan merupakan bagian dari kampanye #PerempuanBermakna yang diinisiasikan  Asuransi Astra dalam mendukung SDG’s poin 5, mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan kaum perempuan selama bulan Maret 2023. #PerempuanBermakna dibungkus dengan rangkaian kegiatan yang diperuntukkan bagi publik dan pelanggan selama Maret. Seperti kompetisi foto melalui Instagram, pembagian safety kit, talkshow dan aspirasi sosial lainnya untuk mendukung perempuan pada bulan yang istimewa ini.

Data dari Global Cancer Statistics (Globocan), pada tahun 2020, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Sementara itu, untuk jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22.000 jiwa kasus.

Angka kematian tersebut bisa dicegah dan ditekan dengan melakukan deteksi dini. Namun, akibat kurangnya akses hingga informasi bagi beberapa warga, sulit mengetahui inti dari permasalahan hingga melakukan deteksi dini.(tim redaksi)

admin

Recent Posts

Kuartal I Tahun 2026, Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp 15,4 Triliun dan Kukuhkan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

JAKARTA - Di tengah tekanan global yang belum mereda akibat meningkatnya tensi geopolitik dan volatilitas…

17 jam ago

Karyawan AXA Mandiri Bersama Pemprov DKI Jakarta Tingkatkan Kesadaran Pengelolaan Sampah

Juga Mendonasikan Komposter dan Edukasi Pentingnya Literasi Keuangan JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Bumi,…

2 hari ago

Dukung Transaksi Nasabah, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Optimalisasikan Jaringan Kantor yang Dimiliki

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus melakukan optimalisasi jaringan kantor yang dimiliki untuk…

2 hari ago

Bank Mandiri Peroleh Penghargaan dari TIME, Jadi Perusahaan Terbaik Indonesia

JAKARTA - Bank Mandiri kembali menegaskan posisinya sebagai institusi keuangan terdepan melalui keberhasilannya mempertahankan pengakuan…

4 hari ago

Peningkatan Kebutuhan Pembiayaan Nasabah Consumer Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Multiguna iB Hijrah

JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mengungkapkan bahwa penyaluran pembiayaan Multiguna iB Hijrah terus…

6 hari ago

Start Small, Build Big: Cara Sederhana Memulai Hidup Sehat Sejak Dini

YOGYAKARTA - Memulai hidup sehat sering kali terasa rumit. Berangkat dari hal tersebut, Telkomsel bersama…

1 minggu ago