????????????????????????????????????
Fashion Show JFW 2023, Kamis (9/11), di JEC Yogyakarta.
YOGYAKARTA – Fashion di Yogyakarta mempunyai potensi yang sangat besar. Bahkan industri ini bisa menjadi kekuatan baru dalam pertumbuhan ekonomi di Jogja, sehingga mencapai angka lebih dari 6 persen. Padahal, pada saat pandemi, pertumbuhan ekonomi di DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) sempat merosot pada angka minus 2 persen. Demikian disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, pada pembukaan Jogja Fashion Week (JFW) 2023, yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Kamis (9/11), di Jogja Expo Centre (JEC) , Jalan Raya Janti, Bantul Yogyakarta.
“Namun peran industri fashion sampai saat ini belum dikonsolidasikan menjadi kekuatan baru dalam pertumbuhan ekonomi, sehingga diharapkan mendatang industri ini, mampu tumbuh menjadi sebuah kekuatan baru”, tambah Sultan.
Sebagai sebuah industri, faktor Sumber Daya Manusia merupakan faktor penting. Namun, faktanya, jumlah perajin batik atau pembatik semakin berkurang, karena anak muda tidak tertarik sebagai pembatik, yang pendapatannya rendah, lanjutnya.
“Bagaimana batik bisa menjadi potensi utama, sehingga harapannya pembatik hidupnya lebih baik. Kita tahu, kain batik dari katun dan sutra harganya beda, tetapi ongkosnya (untuk pembatik) kecil. Jadi nanti kalau pembatiknya nggak ada jangan salahkan saya“ tandas Sultan.
Tapi di bidang yang lain, Sultan mencontohkan bidang seni dan budaya, Pemda (Pemerintah Daerah) berani membayar mahal untuk para pelaku seni, harapannya para seniman dapat hidup dari berkesenian. Sementara di bidang ekonomi kreatif, hal itu sulit, sehingga pihaknya meminta kesadaran para pengusaha, agar memberikan pendapatan yang layak bagi para pembatik, agar produknya bertahan dan ada regenerasi..
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Syam Arjayanti selaku Ketua Panitia JFW 2023 melaporkan, tahun ini, merupakan JFW ke 18, yang digelar mulai Kamis (9/11) hingga Minggu (12/11), di gedung JEC Yogyakarta, Jalan Raya Janti, Bantul Yogyakarta, melibatkan sekitar 100 fashion designer, menampilkan sekitar 600 rancangan baru, dan fashion show 12 sesi.
JFW 2023 yang mengambil tema “Becoming World Fashion Festival“, juga didukung beberapa kegiatan seperti edukasi, talk show bisnis fashion dan pameran busana yang diikuti sekitar 200 brand fashion dan berbagai produk, seperti asesoris, kulit, jewelry, batik, ecoprint serta produk yang berkaitan fashion.
Pameran dan fashion show, terbuka untuk umum dan gratis. Pengunjung dapat melakukan kontak bisnis untuk membeli konsep disain fashion yang dipamerkan dan diperagakan, untuk koleksi pribadi atau bisnis. Bagi pengunjung yang ingin menyaksikan fashion show dapat registrasi dahulu.
Bersamaan dengan pembukaan JFW 2023, panitia memperkenalkan logo baru Jogja Fashion Week karya Sri Sultan HB X. (Norwind/ Tim Redaksi)
JAKARTA – Kinerja pembiayaan emas syariah PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatatkan pertumbuhan yang signifikan…
JAKARTA - Di tengah tekanan global yang belum mereda akibat meningkatnya tensi geopolitik dan volatilitas…
Juga Mendonasikan Komposter dan Edukasi Pentingnya Literasi Keuangan JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Bumi,…
JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus melakukan optimalisasi jaringan kantor yang dimiliki untuk…
JAKARTA - Bank Mandiri kembali menegaskan posisinya sebagai institusi keuangan terdepan melalui keberhasilannya mempertahankan pengakuan…
JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mengungkapkan bahwa penyaluran pembiayaan Multiguna iB Hijrah terus…