CEO Asia International Exchange (AIX) Hamdi Hassyarbaini (duduk paling kanan) bersama tim.
NTT – Asia International Exchange (AIX) meluncurkan bursa aset keuangan digital. Langkah ini menandai sebuah loncatan signifikan lanskap teknologi keuangan atau financial technology (fintech).
Untuk itu, AIX bakal meluncurkan dua token revolusioner dalam waktu dekat. Yakni, token Rahnu dan token Cash Waqf.
Platform AIX merepresentasikan pendekatan mutakhir untuk menyediakan solusi perdagangan yang komprehensif dan aman dalam lingkup fintech yang berkembang pesat belakangan ini.
CEO AIX Hamdi Hassyarbaini menyatakan, AIX memfasilitasi perdagangan aset digital yang memungkinkan pengguna ikut serta dalam perdagangan berbagai aset kripto, token, dan investasi berbasis blockchain yang memenuhi prinsip-prinsip syariah. Bursa ini berkomitmen untuk memberikan jasa perdagangan yang mulus (seamless) dan ramah pengguna (user-friendly) dengan tetap mematuhi standar keamanan yang tinggi.
“Untuk diversifikasi pencatatan (listing) dan memperluas layanannya, AIX akan memperkenalkan pencatatan dua token revolusioner dalam waktu dekat, yaitu token Rahnu dan token Cash Waqf,” kata Hamdi dalam keterangannya, Selasa (14/11/2023).
Token Rahnu, lanjut mantan direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) itu, didasarkan pada model yang memenuhi prinsip-prinsip syariah. Ini merupakan langkah inovatif menuju efek digital yang didukung aset (asset-backed digital securtities), dan memberikan kesempatan kepada investor untuk ikut serta dalam praktik keuangan yang etis dan berkelanjutan.
Hamdi menyebut, sekuritisasi atau tokenisasi bisnis Ar Rahnu, sebuah badan pegadaian Islam, merupakan langkah inovatif dalam menerapkan prinsip-prinsip keuangan Islam dalam ekonomi digital. Dengan emas sebagai jaminan yang dievaluasi nilainya, hal tersebut memungkinkan pencairan dana dengan tetap mematuhi prinsip-prinsip Islam.
Adapun untuk token Cash Waqf merupakan wujud komitmen AIX dalam mempromosikan kesempatan berinvestasi yang memenuhi tanggung jawab sosial dan sekaligus memenuhi prinsip-prinsip keuangan Islam.
“Token Cash Waqf akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan sosial, dengan penerima manfaat utama para ibu yang ada di kawasan ini dan pasar global,” papar Hamdi.
Selain penawaran token, AIX mengumumkan pencatatan dua aset koin berbasis emas yang akan dilakukan pada kuartal pertama tahun 2024. Inisiatif strategis ini menawarkan kesempatan kepada investor untuk berinvestasi pada aset yang didukung oleh emas fisik, sekaligus jembatan antara pasar keuangan tradisional dan lanskap aset digital yang sedang berkembang.
“AIX berkomitmen untuk menyediakan ekosistem yang aman dan beragam bagi investor yang sudah berpengalaman maupun investor baru, serta mempromosikan keuangan tradisional dan digital,” kata Hamdi.(Arumi/ Tim Redaksi)
BANDUNG - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat)…
Apalagi Pengajuan Kredit Sesuai Kehendak Nasabah PURWOKERTO - Tuntutan pembatalan kredit kepada Bank Mandiri Taspen…
JAKARTA - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat peningkatan yang signifikan pada pembayaran biaya sertifikasi…
JAKARTA - Di era media sosial, prestasi sering kali diperlakukan seperti etalase. Sertifikat dipamerkan, gelar…
JAKARTA – PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) mengajak nasabah untuk berpartisipasi dalam Polling…
JAKARTA - Pimpinan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Bank Muamalat berfoto bersama peserta Synergy…