Pembukaan Festival Sastra Yogyakarta 2025, Rayakan Akar dan Ekspresi Puisi
YOGYAKARTA- Semua orang bisa menjadi bagian dari masyarakat Jogja, selama mereka berkreativitas untuk Jogja. Puisi sebagai wujud kreativitas, bisa menjadi cara kita memahami Yogyakarta, tidak hanya secara visual, tetapi juga secara emosional. Hal ini penting untuk merepresentasikan ruang batin kota. Demikian disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, ketika membuka Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2025, di Concert Hall Grha Budaya, Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG), Yogyakarta, Sabtu malam (2/8/2025).
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, mengungkapkan tema FSY 2025, yakni Rampak, yang bermakna sangat dalam, tentang harmoni dalam perbedaan. Tema tersebut membuka ruang partisipasi lebih luas bagi masyarakat dari berbagai daerah.
“Adapun agenda FSY 2025, yang sudah dimulai sejak 30 Juli, diantaranya Pasar Satra, Sayembara Puisi Nasional, Diskusi Susur Galur, Panggung Teras, Panggung Pembukaan dan Penutupan”, tambahnya.
Pada kesempatan yang sama juga diserahkan penghargaan kepada para pemenang Sayembara Puisi Nasional, diantaranya Astrajingga Asmasubrata (Cirebon) sebagai juara I (Pertama), Badrul Munir Chair (Grobogan Jawa Tengah) juara II, Yana Risdiana (Bandung) juara III, Khotibul Umam (Bondowoso Jawa Timur) juara IV,S.Kamar (Lombok) juara V. Sayembara diikuti sekitar 4.395 buah puisi karya 1.465 orang penyair dari seluruh Indonesia. Para pemenang mendapatkan piagam penghargaan dan uang tunai.
Pembukaan FSY 2025, dimulai dengan pembacaan puisi bertema rampak dan sastra, diiringi alunan suling dan tembang Pangkur Singgah Gedhong Kuning (pelog nem) dengan iringan gender, yang menandai sastra di Yogyakarta tidak lepas dari budaya lokal. Dilanjutkan penampilan musikalisasi puisi, pembacaan geguritan, pembacaan dongeng bahasa Jawa, dan macapat.
Turut memeriahkan pembukaan FSY 2025, penampilan musik akustik dari Grup Melankolia, yang bernuansa puitis dan musisi Iksan Skuter, yang membawakan lagu-lagu bermuatan sosial. (Norwien)











