Kampus Baru Universitas Widya Mataram Yogyakarta Mulai Dibangun

Advertisements

SLEMAN – Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta membangun gedung kampus baru. Peletakan batu pertama pembangunan kampus tersebut berada di atas lahan seluas 26.209 m2 di Jalan Tatabumi, Banyuraden, Gamping, Sleman. Mulainya pembangunan gedung tersebut menjadi momen bersejarah di usia 39 tahun untuk akselerasi pengembangan UWM.

“Tahap pertama dibangun di atas lahan 15.000 m2 berupa Gedung Rektorat. Untuk sementara, peruntukannya sebagai ruang kuliah, tiga lantai, seluas 2.520 M2, dengan 28 ruang, pendopo luas 32m x 33m (1.056 m2), Gerbang Kampus, Area Parkir dan taman seluas 5000 m2,” kata Rektor UWM Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc saat memberi sambutan pada Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampus UWM, Minggu (05/08/2021).

Edy Suandi meneruskan, sebagai Kampus Berbasis Budaya, Hamemayu Hayuning Widya Mataram, dalam pembangunan tahap kedua nanti, akan membangun gedung perkuliahan 4 unit, sport hall dan amphitheater, serta religious center.

“Keberadaan pendopo merupakan replikasi Pedopo Agung di Kampus Mangkubumen sebagai ciri kampus UWM. Ini berbeda dengan kampus lain di negeri ini. Bahkan, di seluruh dunia,” kata Edi Suandi.

Hadir pada acara tersebut, Ketua Yayasan Mataram Yogyakarta Prof Dr Moh Mahfud MD SH SU, Kepala LLDIKTI Wilayah V Prof Dr Didi Achjari SE MCom Ak CA, Gubernur DIY yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Mataram Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Juga ada Pengurus Yayasan Mataram GKR Mangkubumi, Prof Djoko Suryo, Achiel SH, Budi Kuncoro, Inge Gunawan, dan tamu undangan seperti Bupati Sleman Dra Kustini, Danrem 072/Pmk Kol Inf Alfianto, Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi S SIK MM, Kapolres Kulonprogo yang juga wakil alumni UWM AKBP Mukaromah Fajarini SH SIK, Direktur Utama Bank BPD DIY Drs Santoso Rohmad MM, dan masih banyak lagi.

Edi Suandi mengungkapkan, pembangunan terus menerus, bukan hanya fisik. Namun yang utama pengembangan akademiknya, sesuai cita-cita pendiri kampus, Ngarsa Dalem Sri Sultan HB-IX, dan ND Sri Sultan-HB X (saat itu pangeran Mangkubumi), untuk menghdirkan perguruan tinggi berbasis budaya, yang bermutu dan kontributif bagi pembangunan bangsa ini.

Ia menyebut, sejak lahir 7 Oktober 1982 UWM menempati Gedung Mangkubumen dan 2018 sebagian di Jogja City Mall (prodi Ilkom dan Kewirausahaan.

“Dalam beberapa tahun terakhir perkembangan kampus secara akademik menggembirakan. Semua prodi sudah terakreditasi Sangat Baik (B), kecuali prodi yang baru dan belum ada lulusannya terakreditasi Baik. Akreditasi institusi susah sangat baik (B),” jelasnya.

Jumlah mahasiswa juga relatif stabil. Saat pandemi, persentase mahasiswa baru juga di atas rata-rata PTS di lingkungan L2DIKTI wilayah V.

”Survei APTISI dan L2DIKTI V baru-baru ini, UWM menempati peringkat 9/10 besar di L2DIKTI V yang memiliki lebih 100 PT. Menjelang ultah ke-39, pertama kali juga kampus UWM membuka pascasarjana hukum,” katanya.(tim redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *