Kuasai Psikologi, Mampu Baca Body Languange
Judul Buku : The Master Book of Psychology
Penulis : Harfi Muthia Rahmi SPsi, MPsi
Penerbit : Psikologi Corner Yogyakarta
Tahun : Cetakan Pertama, 2016
VI + 250 halaman
Bahasa tubuh atau body language merupakan gerakan anggota tubuh manusia yang biasanya muncul spontan, namun dapat menunjukkan ekspresi atau perasaan orang tersebut. Semua itu karena hasil olah alam bawah sadar. Sudah lama orang menggunakan bahasa tubuh untuk membaca karakter orang lain.
Jika memahami bahasa tubuh, seseorang akan diketahui apakah ia berkata jujur atau tidak. Itulah yang hendak dijelaskan dalam buku berjudul The Master Book of Psychology karangan Harfi Muthia Rahmi SPsi, MPsi tersebut. Dalam buku ini, contohnya, ada beberapa cara menggunakan bahasa tubuh yang benar dan baik. Di antaranya, jangan pernah menyilangkan kedua kakimu; tetap lakukan kontak mata, walau tidak menatapnya; berikan kesan santai dengan memberi jarak antara kedua kakimu; hindari gerakan-gerakan yang membuatmu terlihat gelisah, dan masih banyak lagi.
Penulis juga memberi beberapa hal yang harus diketahui laki-laki, saat perempuan menunjukkan bahasa tubuhnya, seperti jika seorang wanita menggigit bibir, berarti ia menginginkan sesuatu dan ia berharap kamu menanykan apa yang diinginkan. Jika seorang wanita menginjak kaki, berarti kamu telah melakukan kesalahan padanya, dan masih banyak lagi (Halaman 14 – 17).
Penulis juga membagikan ‘beberapa rahasia’ bagaimana bahasa tubuh saat orang kecewa, marah, sedih, dan lainnya. Emosi itu sebenarnya bisa terlihat dari bahasa tubuh yang ditunjukkan, tinggal kita memahami atau tidak.
Memang buku ini tidak menyebut berapa bab yang ditulis. Namun, setidaknya ada empat bagian yang bisa dipilah. Yakni, bahasa tubuh, mengetahui karakter orang melalui bentuk tubuh, mengetehui orang melalui tulisan tangan, dan mengetahui karakter orang melalui tanda tangannya.
Pada bahasan mengenai bahasa tubuh, selain mengenalkan mengenai apa itu bahasa tubuh, termasuk bahasa tubuh orang yang sedih, marah, kecewa karena mengalami kegagalan, juga penulis membagikan mengenai bahasa tubuh orang yang kehilangan kesabaran, bahasa tubuh orang yang menyimpan dendam, hingga bahasa tubuh orang yang menyombongkan dirinya atau tidak menghargaimu.
Di bab ini pula, penulis membeberkan mengenai bahasa orang yang sedang frustasi, bimbang, orang yang sedang sombong, sedang merasa bosan, orang yang masih labil (belum dewasa), bahasa tubuh oang yang terbuka, orang yang percaya diri, orang yang berusaha menentramkan hati, bahasa tubuh orang yang sedng tertarik kepadamu, termasuk juga bahasa tubuh wanita dan laki-laki yang sedang jatuh cinta. Di sini (Halaman 66), penulis mengungkapkan bahasa tubuh wanita yang jatuh cinta, bisa dilihat, seperti ia membesarkan bagian pupil matanya, menjadi pendengar yang baik, mula memamerkan bagian tubuhnya, wajahnya merah merona, mulai memainkan bagian tubuhnya, mulai memberikan perhatian untuk si pria, menjadi sosok yang murah senyum, dan menirukan aktivitas atau kegemaran pria idamannya.
Sebaliknya, untuk pria yang sedang jatuh cinta, bahasa tubuhnya bicara seperti ini, berusaha untuk tetap kontak mata dengan wanita idamannya, menjadi pendengar yang baik untuk gadis pujaan hatinya, mulai menunjukkan ketertarikan dengan menanyakan nama, menunjukkan sisi maskulinnya dengan berusaha melindungi sang gadis idaman, mendadak bisa menjadi overprotective kepada sang gadis pujaan hati, mulai memberanikan diri untuk merayu, membuat kebersamaan lebih hangat dengan humor atau candaan, mulai menjadi sosok yang tanggung jawab dan menjaga gengsi, serta mulai lebih bijak dan melakukan sesuatu dengan hati.(Halaman 74).
Bagian yang membahas mengenai karakter orang melalui bentuk tubuh, dimuat dalam halaman 75 sampai halaman 206. Ini dipaparkan mengenai cara mengetahui karakter orang melalui bentuk wajah, bentuk bibir, bentuk dagu atau rahang, bentuk hidung, bentuk mata, bentuk alis mata, bentuk dagi, bentuk gigi. Juga melalui golongan darah, pola sidik jari, bentuk sidik jari, tes kokologi, hingga karakter alami orang. Bentuk wajah orang, terbagi dalam wajah hati (heartface), wajah bulat (roundface), wajah persegi (squareface), wajah lonjong (oblong face/ oblong artinya bujur bukan lonjong, wajah oval (oval face), dan wajah segitiga (triangular face).
Karakter orang juga bisa diketahui dari bentuk bibir, bibir penuh (full lips), bibir lebar (wide lips), bibir bulat (round lips), bibir tipis (thin lips), bibir atas tebal (heavy upper lips), bibir bawah tebal (heavy lower lips), bibir berbentuk busur (bow shaped lips), bibir berbentuk bibir bebek (duck bills), dan bibir bergelombang (roller coaster lips). Demikian juga karakter bisa dilihat dari bentuk dagu atau rahang. Ada yang membentuk huruf V, membentuk huruf W, dagu bulat, dagu persegi, dan dagu rangkap. Semua memiliki karakter masing-masing.
Hidung pun memiliki karakter sendiri-sendiri. Hidung yang yang pesek atau kecil (button nose), menunjukkan kepribadiannya yang lepas dan bebas; hidung mancung biasanya merasa dirinya sempurna dan punya daya tarik tinggi; hidung runcing, biasanya cenderung suka bicara apa adanya; hidung ujung bulat, biasanya memiliki kepribadian yang lembut dan dapat hidup harmonis dengan orang, dan masih banyak lainnya. Mata, alis, dahi, gigi, juga memiliki terjemahan masing-masing. Termasuk juga golongan darah, pola sidik jari, hingga tes kokologi beserta penjelasannya.
Penulis juga memaparkan mengenai karakter alami orang. Ada yang masuk golongan melankolis (si sempurna), sanguinis (si superstar), plegmatis (si pencipta kedamaian), dan koleris (si hati baja). Semua ada penjelasannya, lengkap kelebihan dan kekurangannya.
Pada bagian ketiga, penulis memaparkan mengenai karakter orang melalui tulisan tangan. Menurutnya, kepribadian manusia bisa diketahui dari tulisan tangannya. Dalam ilmu psikologi, dikenal sebuah metode menganalisis tulisan seseoarang, yang dikenal sebagai istilah graphologu. Melalui tulisan tangan, bisa diketahui seseorang, termasuk caranya memandang masa lalu dan masa depannya. Mempelajari graphology memiliki manfaat, di antaranya menganalisis tulisan orang dan bisa tahu cara mereka berkomunikasi, bisa mengetahui bagaimana pola seseorang dalam berhubungan dengan orang lain, bisa mengetahui dorongan seksualitasnya, mengetahui pola sosial yang dimilikinya, dan lainnya. (Halaman 218-219). Penulis juga memberikan contohnya, misal untuk tulisan tegak, tulisan latin, dengan ukuran kecil, ukuran sedang, dan ukuran besar. Penulis menjabarkan karakter yang menyertainya.
Pada bagian terakhir, karakter orang melalui tanda tangannya, penulis juga menjelaskan tanda tangan yang panjang, pendek, naik, atau turun, dan lainnya. Semua dijabarkan oleh penulis.
Buku ini cukup lengkap, termasuk dengan penjelasan dan contoh ekspresi atau bentuk muka dari yang dipaparkan. Memang, tidak seluruhnya ada, sayang sekali sebenarnya. Bila dilengkapi secara penuh, dan dengan warna-warni, tentuk akan berbeda. Buku ini memang cenderung sebagai buku pengetahuan popular. Hanya, kurang lengkap rasanya bila penjelasan ini tidak merujuk pada para tokoh psikolog yang menegaskan hal itu atau meneliti mengenai karakter-karakter orang yang dipaparkan. Misal, tokoh psikolog x yang meneliti mengenai bentuk muka, karakter dari tulisan tangan, diungkapkan oleh tokoh psikolog y, dan masih banyak lagi. Buku yang ditulis dengan bahasa popular ini mudah dipahami, tidak hanya orang yang belajar psikologi, namun orang awampun yang ingin sedikit mempelajari mengenai psikologi orang-orang sekitar. Buku ini tentu menambah wawasan bagi yang membacanya. (***)
Nurdin Adiyansah, Lulusan Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dan salah satu Founder Lingkar Positif










