Categories: EdukasiTerkini

Meriahkan HUT-ke 265 Kota Yogyakarta, Dinas Kebudayaan Adakan Festival Permainan Rakyat

Advertisements

KOTA YOGYAKARTA – Permainan rakyat merupakan warisan budaya bangsa dari nenek moyang yang keberadaannya harus dilestarikan. Keberadaan dolanan atau permainan tradisional saat ini bisa dikatakan mengkhawatirkan dan hampir terlupakan.

“Kecanggihan tehnologi terlebih dengan keberadaan gadget membuat anak-anak ataupun remaja enggan bermain permainan tradisional dan lebih memilih melakukan aktivitas apapun secara online,” keluh Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Yetti Martanti SSos, MM, Rabu (06/10/2021).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Drs. Heroe Poerwadi MA menyampaikan, permainan rakyat merupakan tradisi budaya yang bagus sekali. Permainan rakyat merupakan salah satu aset budaya yang menjadi ciri khas kebudayaan suatu bangsa, dan mengandung nilai-nilai pendidikan karakter.

“Pemerintah turut menyediakan ketersediaan ruang publik, karena permainan rakyat dimainkan oleh anak-anak membutuhkan ruang dan tempat untuk bermain,’ tegasnya.

Ia meneruskan, agenda ini seiring dengan peringatan HUT ke-265 Kota Yogyakarta yang mengusung tagline Tanggap, Tuwuh, dan Tanggon. Tanggap berarti merespons dengan tanggap situasi yang terjadi. Kejadian pandemi Covid-19 jangan sampai menghambat untuk berkreasi dan melestarikan kebudayaan.

Melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan), Pemerintah Kota Yogyakarta menyelenggarakan Festival Permainan Rakyat. Festival tersebut digelar dari 1 – 5 Oktober 2021 dengan melibatkan 14 kemantren se-Kota Yogyakarta sebagai partisipan. Mereka diminta mengirimkan video karya permainan rakyat pada Dinas Kebudayaan (Khunda Kabudayan) Kota Yogyakarta.

“Video ditayangkan pada chanel Youtube Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. Netizen diberi kesempatan berpartisipasi dalam menentukan juara favorit melalui like dan komentar pada setiap video,” ungkap Yetti.

Hasilnya, Kemantren Kraton sebagai penampil terbaik pertama dengan permainan “Cublak-Cublak Suweng & Balap Karung”. Kemudian, disusul Kemantren Mantrijeron sebagai penampil terbaik kedua dengan permainan rakyat “Ancak-Ancak Alis”, serta Kemantren Kotagede sebagai penampil terbaik tiga dengan permainan rakyat “Ula-Ulanan & Dingklik Oglak Aglik”. Adapun Penampilan Favorit berdasarkan like terbanyak dari netizen dimenangkan oleh Kemantren Jetis melalui penampilan permainan rakyat ‘’Eling Cilikanku’’.

Penyerahan hadiah kepada para penampil terbaik sudah dilakukan pada Selasa sore (05/10/2021) di Hotel Harper Malioboro Jalan . P. Mangkubumi.(tim redaksi)

admin

Recent Posts

FSY 2026 Dibuka, Sayembara Puisi Nasional Kembali Digelar

YOGYAKARTA  -  Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta kembali menggelar Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026.…

1 hari ago

201 Tahun Perang Jawa, Ruh Diponegoro Digaungkan Melawan Penindasan

YOGYAKARTA  - Penindasan, kemiskinan, kesenjangan sosial, korupsi, dan oligarki kapitalis dinilai sebagai bentuk kolonialisme baru.…

1 hari ago

Bangun Optimisme, BPKH dan Bank Muamalat  Gelar Synergy Roadshow 2026 di Yogyakarta

YOGYAKARTA - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat)…

1 hari ago

Bareng PT Taspen, PT Bank Mandiri Taspen Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Almarhum Rahmad Gobel

JAKARTA - Bersama PT Taspen, PT Bank Mandiri Taspen menyerahkan santunan kepada ahli waris almarhum…

1 hari ago

Lewat Penguatan Ekosistem Layanan Haji, Badan Pengelola Keuangan Haji Dorong Pertumbuhan Bisnis Bank Muamalat

YOGYAKARTA - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terus memperkuat sinergi strategis dengan Bank Muamalat Indonesia…

1 hari ago

Terungkap Fakta Baru, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong

PURWOKERTO - Mengejutkan! Sejumlah fakta baru terungkap dalam perkembangan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan…

2 hari ago