Sebanyak 20 Volunteer Ademos Indonesia Jalani Psikotes
YOGYAKARTA – Lembaga Pengembangan Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LPDPM) Ademos Indonesia menyelenggarakan psikotes terhadap 20 orang pengurus dan volunteernya, Jumat (27/1/2023). Kegiatan psikotes yang digelar di Giga Show, Jalan Gito Gati, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta tersebut, Ademos Indonesia menggandeng Kanta Digital Konsultan Psikologi.
“Tujuan psikotes ini adalah kami ingin mengetahui, sesungguhnya minat dan bakat para pengurus dan volunteer Ademos ini sesungguhnya dalam bidang apa. Ketika mereka berada di pos atau devisi tertentu, pilihan mereka tidak keliru. Mereka pun bisa mengembangkan potensinya dengan optimal sesuai dengan minat dan bakatnya,” kata Direktur Ademos Indonesia, Muhammad Kundori, Jumat (27/1/2023).
Kundori menerangkan, psikotes ini bermula dari kegelisahan para pengurus yang mengaku belum optimal mengembangkan potensi minat dan bakat pada diri mereka. Mereka kerap kali kurang bersemangat ketika menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Semangat dan daya juang mereka sering menurun. Padahal, mereka ingin sekali mengembangkan potensinya, agar kelak bisa meraih sukses seperti orang lain,” tandas alumni Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) ini.
Kundori berharap, hasil assesmen psikotes dari Kanta Digital Konsultan Psikologi tersebut nantinya bisa menjadi stimulan bagi para pengurus dan volunteer Ademos Indonesia dalam menjalankan tugas dan aktivitasnya sehari-hari. Mereka bisa berdaya dan mengembangkan potensinya dengan optimal dalam bidang ekonomi sesuai cita-cita Dewan Pengawas Ademo Indonesia Prof Dr Pratikno M.soc.Sc yang merupakan Guru Besar Ilmu Pemerintah UGM sekaligus Menteri Sekretaris Negara (Mensegneg) RI.
Ditambahkan Kundori, Ademos Indonesia memiliki visi menjadi lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mampu memobilisasi dukungan lembaga non-pemerintah. Juga, memobilisasi dukungan lembaga pemerintahan dan bisnis dalam meningkatkan peran desa sebagai basis pengembangan demokrasi. Termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan bersinambungan.
Adapun misinya, meningkatkan kualitas demokrasi pedesaan melalui pengembangan good govermance dan partisipasi masyarakat dalam isu-isu publik.
“Ademos Indonesia juga memiliki misi, cita-cita meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan kapasitas ekonomi masyarakat pedesaan yang berkualitas, merata dan berkalanjutan. Berikutnya, mendorong peningkatan pelayanan publik yang lebih baik. Terutama pelayanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, dan ketentraman di tengah masyarakat,” tandas Kundori.
Usai menjalani psikotes yang dipimpin Ayu Gigih Rizqia MPsi. Psikolog, para pengurus dan volunteer Ademos Indonesia berkesempatan mengikuti sharing session bersama Amin Al-Adib SPsi MPsi, Manajer Kanta Digital Konsultan Psikologi. Pada sesi tersebut, alumni Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini berbagi tips bagaimana cara mengenali potensi pengembangan diri. Mulai dari mengenali karakter dan kepribadian para audien.
“Setiap organisasi dan lembaga, karakter dan kepribadian para pengurus dan anggotanya tentu berbeda-beda. Jangan jadikan perbedaan itu sebagai hambatan. Sebaliknya, perbedaan itu sebuah keniscayaan. Kuncinya adalah saling memahami, mengerti, dan menyadari satu sama lain. Kemudian, kita semua bisa saling bersinergi dan berkolaborasi sesuai dengan keahlian yang kita miliki,” papar dosen Psikologi Universitas Proklamasi (Unprok) 45 Yogyakarta ini.(tim redaksi)











