Gunakan Baterai Lithium, XL Axiata Terapkan Prinsip ESG pada Jaringan
JAKARTA – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus menerapkan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG). Ini dilakukan pada setiap lini bisnis dalam mewujudkan bisnis berkelanjutan. Termasuk dalam penerapan aspek lingkungan pada infrastruktur jaringan. Terutama Base Transceiver Station (BTS) yang sekaligus mampu menghemat energi.
Sejak akhir 2022, XL Axiata mulai menerapkan penggunaan baterai lithium sebagai pengganti genset.
Direktur and Chief Digital Transformation and Enterprise Business Officer XL Axiata Yessie D. Yosetya mengatakan, ESG sudah menjadi isu global yang berdampak besar terhadap keberlanjutan dan eksistensi organisasi.
“Kami di XL Axiata terus berupaya menerapkan setiap aspek ESG di semua lini bisnis. Khusus di lini pengelolaan jaringan, kami melakukan moderninasi perangkat BTS menjadi Green BTS, sehingga bisa menekan tingkat emisi dan sekaligus memungkinkan menghemat konsumsi energi,” kata Yessie, Kamis (2/3/2023).
Dalam penerapan prinsip ESG pada perangkat BTS, lanjut Yessie, XL Axiata melakukan modernisasi dengan menerapkan antara lain Green BTS yang meliputi Intelligent Ventilation Cooling System (IVS), penggunaan kipas angin DC, dan Air Conditioning atau AC.
Penerapan Green BTS ini mampu mengurangi konsumsi energi secara signifikan hingga mencapai 50%. Modernisasi perangkat BTS sudah diimplementasikan sejak 2014. Kini, program modernisasi ini mencakup lebih dari 90% BTS milik XL Axiata.
Selain itu, XL Axiata juga melakukan modifikasi pada BTS-BTS lama yang menggunakan shelter berukuran besar, sehinga butuh konsumsi energi besar untuk AC. Shelter seperti itu diganti dengan perangkat BTS outdoor yang tak perlu AC untuk mendinginkan ruangan. BTS outdoor juga mampu mengurangi emisi dari pemakaian genset.
Seiring dengan semakin urgennya penerapan ESG, penggunaan BTS outdoor ini diterapkan XL Axiata sejak tahun 2017 pada lebih dari 2.000 BTS dan terus diperluas lagi.
Sejak akhir 2022, XL Axiata berinisiatif menerapkan penggunaan baterai lithium sebagai pengganti genset. Pada awal penerapan baterai lithium hanya diterapkan pada BTS di area tertentu yang membutuhkan pengisian baterai dalam waktu singkat. Dengan perkembangan teknologi terkini, baterai lithium ini telah bisa diterapkan di semua area. (tim redaksi)











