Aksi warga memprotes pembangunan perumahan tanpa memperhatikan AMDAL.
DEPOK – Ratusan warga Perumahan Tamansari Puri Bali di Kawasan Bojongsari, Depok, Jawa Barat menggelar aksi long march dan unjuk rasa di lingkungan perumahan tersebut. Aksi damai yang juga diikuti oleh puluhan ibu-ibu tersebut dilakukan sebagai wujud protes terhadap pembangunan komplek perumahan Yukari Sawangan yang digarap developer Tact Home Indonesia.
Perumahan yang berlokasi di sebelah Komplek Puri Bali tersebut, diduga kuat dilakukan cacat prosedur, terutama dalam pembuatan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
Menurut koordinator aksi warga Ary Murthi, efek negatif dari pembangunan perumahan tersebut, berdampak memperparah banjir yang mengepung Perumahan Puri Bali. Selain itu tembok pembatas juga rusak, debu beterbangan, serta polusi suara karena alat berat kadang beroperasi sampai malam.
Seperti yang terjadi pada Rabu (6/12/2023), banjir setinggi paha orang dewasa di sejumlah klaster, berlangsung selama lima jam dari sore hingga malam hari.
“Kami sudah pernah mengingatkan pengembang komplek Yukari untuk memperhatikan kontur tanah dan saluran air yang melintasi perumahan Puri Bali. Namun, hal itu kurang diindahkan oleh Tact Home Indonesia. Kami menuntut agar sejumlah pihak terkait bertanggungjawab atas masalah dan kerugian yang dialami warga kami,” ujar Ary di Depok, Sabtu (9/11/2023).
Peserta aksi damai tersebut menuntut sejumlah hal, di antaranya meminta penghentian sementara pembangunan perumahan yang diduga cacat prosedur AMDAL tersebut. Selanjutnya, warga meminta perbaikan kondisi jalan di lingkungan Puri Bali yang rusak akibat banjir. Selain itu, warga meminta agar dibuat saluran air terpisah di perumahan Yukari, sehingga tidak membebani saluran air di komplek Puri Bali dan memperbaiki sarana saluran air yang ada, terutama pintu airnya yang sudah rusak.
Sejumlah pihak terkait seperti developer Tact Home Indonesia, Kelurahan Curug dan LPM dianggap kurang tanggap terhadap tuntutan warga sehingga mengakibatkan banjir makin parah. Bahkan, developer yang merupakan investor asal Jepang tersebut, terkesan lambat dalam mengatasi dampak lingkungan yang sudah terjadi.
Aksi yang berlangsung selama dua jam tersebut berakhir damai, setelah peserta aksi dan sejumlah pengurus perumahan menyampaikan tuntutan warga Puri Bali.
“Jika semua pihak terkait tidak melaksanakan kesepakatan bersama, kami akan melakukan langkah lain yang lebih resmi termasuk langkah hukum. Karena pembangunan perumahan Yukari Sawangan ini sangat meresahkan warga kami,” tutup Ary.(Arumi/ Tim Redaksi)
YOGYAKARTA -Pada Libur Nasional Hari Raya Idul Adha 1447 H, KAI (PT. Kereta Api Indonesia)…
JAKARTA - Head of Customer Operations PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri), Triardi Rachmatanto…
JAKARTA - Di tengah situasi yang menantang dan dinamis, Bank Mandiri terus mencatatkan akselerasi pertumbuhan…
YOGYAKARTA – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H kembali dimanfaatkan FIFGROUP untuk memperkuat komitmennya…
YOGYAKARTA - Sivitas akademika UPN “Veteran” Yogyakarta yang terdiri dari unsur dosen, tenaga kependidikan (tendik),…
YOGYAKARTA - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menerima 2.497 mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes…