Categories: Terkini

WJNC #9 Semarakkan HUT ke-268 Kota Yogya

Advertisements

YOGYAKARTA – Gubernur DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), Sri Sultan Hamengku Buwono X, secara resmi membuka perhelatan  WJNC #9 (Wayang Jogja Night Carnival ke 9), yang diselenggarakan Pemerintah Kota Yogyakarta, dalam rangka HUT Kota Jogja ke 268,  Senin malam (7/10/ 2024)  di kawasan  Tugu Yogyakarta dengan menancapkan gunungan wayang.

Dalam sambutannya Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan bahwa WJNC telah masuk 10 besar dalam KEN (Karisma  Event Nusantara) Kemenparekraf  (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) RI.

“Saya bangga  atas pretasi ini, karena membuktikan ,  Yogyakarta terus berinovasi dalam memadukan tradisi dengan modernitas,  yang  memiliki daya tarik pariwisata dan nilai budaya  kuat. Sehingga mampu bersaing di tingkat nasional”, jelasnya.

Selanjutnya Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan acara WJNC merupakan salah satu upaya pelestarian budaya yang harus didukung bersama. Harapannya  masyarakat terutama generasi muda dapat semakin mengenal dan  mencintai kekayaan budaya Nusantara.

“Dengan penonton puluhan ribu lebih, yang menyaksikan WJNC , memberikan sinyal kepada dunia bahwa kebudayaan Indonesia memiliki daya tarik global. Hal ini mengingatkan kita untuk memperkenalkan secara luas ke kancah internasional sebagai identitas  dan kekayaan yang tidak ternilai. Tidak hanya menjaga dan melestarikan”, ungkapnya

Pada kesempatan yang sama Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan bahwa kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dapat memajukan acara budaya seperti WJNC, sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan menjaga  kebelangsungan nilai-nilai kearifan lokal. Disamping kolaborasi  seni kreatif yang diharapkan bisa  menjadi  media refleksi jati diri masyarakat,  yang muaranya pada proses menjadikan The Big Yogyakarta berakar kuat pada filosofinya kelahirannya.

Sementara itu Penjabat Wali Kota Yogyakarta Sugeng Purwanto memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kapada para penampil, termasuk peserta dari luar Yogyakarta, seperti Kalimantan Utara, Medan, Padang Pariaman, Barito Timur, Ponorogo, Kota Bandung dan Kota Semarang, yang tampil dalam Gelaran Nuswantoro, mengawali WJNC #9.

Sugeng menegaskan WJNC  telah masuk ke dalam  Top Ten  Kalender Kharisma  Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, karena WJNC memenuhi kriteria agenda wisata nasional yang meliputi nilai-nilai  creative, commercial, communication, constant and commitmen. Pihaknya berharap  WJNC  ini mampu menjadi lokomotif  perekonomian masyarakat, baik UMKM, usaha jasa, perdagangan, maupun berbagai  usaha, yang tersebar di Yogyakarta.

“Kami memandang diselenggarakannya WJNC ini , bukan  sekadar agenda tahunan. Tapi lebih dari itu, WJNC dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pembangunan Yogyakarta yang berkelanjutan,” terangnya.

WJNC #9 diikuti 14  kemantren di Kota Yogyakarta, yang menampilkan  tokoh-tokoh dalam kehidupan Gatotkaca, mulai dari lahirnya   hingga kematiannya  saat perang Baratayudha di Kurusetra. Tahun ini melibatkan sekitar 1.000 orang  lebih penampil,  terdiri seniman profesional, pelajar, mahasiswa, pekerja seni dan segenap komunitas masyarakat Yogyakarta, Tema Gatotkaca dipilih karena tokoh ini berkarakter penuh keteladanan, kesetiaan, keberanian dan semangat kesatria dalam mengabdi kepada Negara.

WJNC #9 diawali penampilan para artis dan model yang mempresentasikan  tokoh wayang  dari 14 kemantren. Kemudian tampil kendaraan hias yang menggambarkan   gunung dan hutan,  refleksi kawah Candradimuka awal lahir Gatotkaca, disusul Kemantren Tegalrejo dengan tokoh Jabang Tetuka, Kala Pracona, Bathara Narada dan Arimbi. Dilanjujtkan  Kemantren lain, seperti Umbulharjo dengan Brajamusti, Brajadenta dan Ngampilan dengan Pergiwa Pergiwati. Ditutup penampilan kendaraan hias yang menggambarkan pertempuran Baratayudha di Kurusetra tempat Gatotkaca mengakhiri hidupnya.

WJNC #9 diakhiri  dengan flashmob ratusan anak dan pesta kembang api. (norsita)

 

 

 

admin

Recent Posts

FSY 2026 Dibuka, Sayembara Puisi Nasional Kembali Digelar

YOGYAKARTA  -  Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta kembali menggelar Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026.…

1 hari ago

201 Tahun Perang Jawa, Ruh Diponegoro Digaungkan Melawan Penindasan

YOGYAKARTA  - Penindasan, kemiskinan, kesenjangan sosial, korupsi, dan oligarki kapitalis dinilai sebagai bentuk kolonialisme baru.…

1 hari ago

Bangun Optimisme, BPKH dan Bank Muamalat  Gelar Synergy Roadshow 2026 di Yogyakarta

YOGYAKARTA - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat)…

1 hari ago

Bareng PT Taspen, PT Bank Mandiri Taspen Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Almarhum Rahmad Gobel

JAKARTA - Bersama PT Taspen, PT Bank Mandiri Taspen menyerahkan santunan kepada ahli waris almarhum…

1 hari ago

Lewat Penguatan Ekosistem Layanan Haji, Badan Pengelola Keuangan Haji Dorong Pertumbuhan Bisnis Bank Muamalat

YOGYAKARTA - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terus memperkuat sinergi strategis dengan Bank Muamalat Indonesia…

1 hari ago

Terungkap Fakta Baru, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong

PURWOKERTO - Mengejutkan! Sejumlah fakta baru terungkap dalam perkembangan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan…

2 hari ago