KRATON JOGJA BUKA PAMERAN APARATUR NAGARI YOGYAKARTA
YOGYAKARTA – Aparatur Nagari Kraton Yogyakarta merupakan representasi harmoni antara pemimpin dan rakyat sebagai wujud makna manunggaling kawula lan gusti (bersatunya rakyat dan pemimpinnya). Demikian disampaikan Sri Sultan Hamengku Buwono X, ketika membuka pameran temporer “Hamong Nagari: Aparatur Nagari Yogyakarta”, Kraton Yogyakarta, di Pagelaran Kraton Yogyakarta, pada Jumat sore (7/3/2025)
“Eksistensi kraton termanifestasi dari cara aparatnya dalam membawa diri atau among raga sekaligus among rasa atau menjaga ucapan, dalam menghayati tugasnya. Nilai-nilai itu tidak hanya hidup dalam laku dan tutur tapi dalam berbagai bentuk rupa, salah satunya adalah wastra (busana), simbol kawibawan lan kawiryan atau kewibawaan dan keberanian, yang mencerminkan nilai dwitunggal ajining diri ana ing lathi dan ajining raga ana ing busana atau harga diri seorang dinilai dari ucapan dan pakaiannya”, tambahnya.
Sementara itu Pengageng KHP (Kawedanan Hageng Punakawan) Nitya Budaya, GKR (Gusti Kanjeng Ratu) Bendara, mengungkapkan bahwa pameran ini menggambarkan perjalanan tata pemerintahan Kraton Yogyakarta dan aparaturnya, dari jaman ke jaman, dimana pasca perjanjian Giyanti, Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan Hamengku Buwono I membentuk kelompok-kelompok aparatur negara sebagai kelengkapan pemerintahannya. Seperti aparatur militer, peradilan, pertanahan, hingga urusan pajak dan perekonomian.
“Sejak Sri Sultan Hamengku Buwono VII hingga Sri Sultan Hamengku Buwono IX, tepatnya sebelum Jepang masuk Indonesia, setidaknya terdapat 113 kelompok Aparatur Nagari Ngayogyakarta. Hingga pasca kemerdekaan tepatnya usai Agresi Militer Belanda II, menjadi titik balik Aparatur Nagari Ngayogyakarta sampai saat ini” ujarnya.
GKR Bendara menambahkan bahwa pemerintah Indonesia lahir di Yogyakarta, pada saat daerah ini menjadi ibukota Republik Indonesia terhitung mulai 4 Januari 1946 sampai dengan sesudah penyerahan kedaulatan negara 27 Desember 1949. Sistem pemerintahan Indonesia mengadopsi sistem pemerintahan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Carik Kawedanan Radya Kartyasa, Kraton Yogyakarta, Nyi RRy. Noorsundari, sebagai Pimpinan Produksi, mengatakan bahwa pembukaan pameran dilengkapi peragaan busana Aparatur Nagari Ngayogyakarta oleh 74 abdi dalem yang tergabung dalam 15 kelompok, diiringi acapella dari Yogyakarta Royal Choir.
Turut hadir dalam pembukaan pameran, segenap pimpinan lembaga yang tergabung dalam Forkompimda (Forum komunikasi pimpinan daerah), Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lingkup DIY, pelaku pariwisata dan beberapa komunitas.
Pameran bisa disaksikan masyarakat 8 Maret hingga 17 Agustus 2025, dari pukul 08.30 hingga 14.00 WIB di Kompleks Kedhaton Kraton Yogyakarta. (Norsita)











