Bank Mandiri meraih Juara 1 Kategori BUMN Go Publik Keuangan pada ajang ARA 2024.

Luar Biasa!! Bank Mandiri Raih Juara Pertama pada ARA 2024 atas Transparansi Laporan Tahunan Empat Tahun Beruntun

Advertisements

JAKARTA – Bank Mandiri kembali mencatatkan prestasi tata kelola. Kali ini, Bank berkode emiten BMRI ini meraih Juara 1 Kategori BUMN Go Publik Keuangan pada ajang Annual Report Award (ARA) 2024 di Gedung Bursa Efek Indonesia, beberapa waktu lalu (8/12/2025).

Pencapaian tersebut memperkuat posisi bank berlogo pita emas ini sebagai perusahaan yang konsisten menjaga kualitas pelaporan publik, transparansi, dan akuntabilitas. Apalagi saat ini memang ada tuntutan tata kelola perusahaan yang harus lebih baik alias Good Corporate Governance.

Penghargaan tersebut diserahkan dan diterima Direktur Human Capital and Compliance Bank Mandiri Eka Fitria. Hadir turut menyaksikan, Komisaris Utama Bank Mandiri Kuswiyoto.

Sebagai informasi, ARA merupakan inisiatif bersama Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengaturan BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Kemenko Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Bursa Efek Indonesia (BEI), serta Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk mendorong praktik tata kelola yang sehat, kredibel, dan informatif.

Penilaian dilakukan secara menyeluruh. Ini mencakup akurasi, kelengkapan, konsistensi, serta keterbacaan laporan tahunan bagi pemangku kepentingan. Tahun 2025 ini, ARA mengusung tema “Leading with Integrity, Transparency, and Accountability: The Path to a Sustainable Future,”. Ini sekaligus menegaskan pentingnya tata kelola sebagai fondasi keberlanjutan jangka panjang.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menegaskan, keberhasilan empat tahun beruntun tersebut tidak lepas dari sinergi seluruh insan perusahaan dalam menjunjung standar tata kelola perusahaan yang tinggi.

“Pencapaian ini mencerminkan komitmen kami dalam menjaga transparansi serta melakukan akselerasi perbaikan proses pelaporan. Tata kelola yang baik merupakan modal utama bagi Bank Mandiri untuk mempertahankan kredibilitas dan kepercayaan publik,” tegas Riduan.

Riduan meneruskan, penghargaan ARA tersebut menjadi pengingat sekaligus momentum bagi perusahaan untuk terus berbenah.

“Kami memastikan setiap langkah strategis dan ekspansi bisnis dilakukan secara terukur. Ini selaras dengan prinsip kehati-hatian serta keberlanjutan. Dengan penerapan tata kelola yang baik, Bank Mandiri dapat memberikan nilai tambah yang lebih luas bagi pemangku kepentingan dan perekonomian nasional,” tegasnya.

Seperti diketahui, secara fundamental bank plat merah ini menunjukkan performa solid hingga akhir September 2025. Penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp1.764,32 triliun atau tumbuh 11 persen secara tahunan. artinya, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri perbankan nasional yang berada di level 7,70 persen menurut data Bank Indonesia (BI).

Pencapaian tersebut menegaskan peran intermediasi Bank Mandiri dalam memperluas pembiayaan produktif yang mampu mendorong aktivitas ekonomi.

Di sisi lain, kualitas pertumbuhan kredit juga terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross bank only berada di level 1,03 persen dan coverage ratio mencapai 271 persen. Di sisi neraca, total aset konsolidasi naik 10,3 persen YoY menjadi Rp2.563 triliun.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencatat pertumbuhan 13 persen YoY hingga mencapai Rp1.884 triliun, dengan komposisi CASA dominan 69,3 persen yang menunjukkan keberhasilan strategi efisiensi biaya dana serta penguatan likuiditas jangka panjang.

Riduan menegaskan, Bank Mandiri akan terus memprioritaskan tata kelola sebagai fondasi pengambilan keputusan dan pengembangan bisnis. Ke depan, Bank Mandiri akan terus fokus pada transformasi layanan yang adaptif, pemanfaatan teknologi, serta penguatan integritas proses internal untuk memastikan pertumbuhan yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi besar Bank Mandiri dalam memberikan nilai tambah kepada masyarakat dan perekonomian Indonesia. ini sejalan dengan peran perseroan sebagai mitra strategis pemerintah. (Arumi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *