Terapkan Bahan Bakar B50 Kereta Api Jarak Jauh, PT KAI Targetkan Pengurangan 9 Ribu Ton Emisi Karbon
JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memproyeksikan pengurangan emisi hingga sembilan ribu ton Karbon Dioksida Ekuivalen. Capaian ramah lingkungan tersebut dihasilkan melalui penerapan bahan bakar B50 pada Kereta Api Jarak Jauh.
Manajemen Kereta Api Indonesia melaporkan data pencapaian efisiensi energi tersebut, Rabu (26/8/2026). Penggunaan biodiesel B50 sudah resmi diberlakukan secara penuh sejak tanggal 1 Juli 2026 lalu.
Vice President Corporate Communication Kereta Api Indonesia Anne Purba mengatakan, soal efisiensi energi, total konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) operasional periode 1 Januari hingga 24 Agustus 2026 mencapai 172.228.585 liter.
“Transportasi masa depan membutuhkan pengelolaan energi yang semakin efisien dan terukur. Melalui penerapan B50, KAI terus mengoptimalkan penggunaan energi dengan kandungan biodiesel yang lebih tinggi untuk mendukung operasional kereta api yang semakin berkelanjutan,” papar Anne.
Kebutuhan BBM operasional periode 1 Juli hingga 24 Agustus 2026 diproyeksikan mencapai 40 juta liter. Peningkatan campuran sepuluh persen tersebut diperkirakan menghasilkan tambahan pemanfaatan biodiesel sekitar empat juta liter.
Perhitungan efisiensi tersebut menggunakan pendekatan manfaat pengurangan emisi program dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Estimasi dampak lingkungan ini difokuskan secara khusus untuk layanan kereta api jarak jauh dan lokal.
Layanan transportasi kereta api jarak jauh dan lokal telah melayani 29,86 juta pelanggan sepanjang Januari hingga Juli 2026. Manfaat pengurangan emisi dari penggunaan B50 tersebut setara dengan 0,3 kilogram Karbon Dioksida Ekuivalen per pelanggan.
Penerapan bahan bakar B50 memperkuat langkah perusahaan dalam mendukung program transformasi energi secara nasional. Langkah strategis ini sekaligus menghadirkan layanan transportasi berbasis rel yang modern serta berorientasi pada keberlanjutan. (Arumi)










